Sabtu, 07 MARET 2026 • 00:00 WIB

Dari Kampus ke Masyarakat: Bootcamp Amartha Siapkan Mahasiswa Jadi Agen Perubahan

Author

Amartha Fellowship Bootcamp di Jakarta. (Handout)

INDOZONE.ID - Peran mahasiswa yang berprestasi secara akademik dan soft skill sangat dibutuhkan di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks. Mereka adalah orang-orang yang mampu memahami persoalan secara utuh dengan apa yang terjadi saat ini. 

Terlebih Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) melalui inisiatif Future of Education and Skills 2030 menekankan pentingnya penguatan student agency, yaitu kemampuan pelajar untuk mengambil inisiatif dan bertanggung jawab dalam menciptakan nilai bagi masyarakat.

Karena itu, banyak mahasiswa yang dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga tumbuh sebagai pemimpin di komunitasnya. Harapannya mereka mampu menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. 

Chairman amartha.org, Aria Widyanto mengatakan, melalui sebuah bootcamp para mahasiswa ini mendapat bekal kepemimpinan dan pola pikir untuk memahami keadaan sekitar. Mereka juga mengambil peran aktif dalam menciptakan perubahan yang berdampak bagi masyarakat di sekitar.

Baca juga: Simak 8 Keuntungan Memiliki Sertifikat TOEFL bagi Masa Depan Mahasiswa

“Kami percaya pembelajaran di bangku kuliah menjadi bermakna saat terhubung langsung dengan problem riil di masyarakat,” ujarnya di sela acara Amartha Fellowship Bootcamp di Jakarta.

Aria menjelaskan, bootcamp ini dirancang sebagai ruang refleksi sekaligus ruang aksi, agar mereka memiliki keberanian dan kapasitas untuk menghadirkan dampak yang nyata dan berkelanjutan.

Selamat boootcamp para mahasiswa belajar mengenai pendekatan kepemimpinan partisipatif dan reflektif, yang mendorong peserta untuk mengembangkan cara berpikir sistemik serta kemampuan berempati dalam memahami keterkaitan berbagai isu sosial secara menyeluruh. 

Mereka juga diperkenalkan pada praktik mindfulness sebagai fondasi untuk membangun kepemimpinan yang tangguh, berkesadaran, dan berorientasi pada dampak.

Penerima beasiswa Amartha STEAM Fellowship Batch 3, Zian Nora Berliana, mengungkapkan pengalaman pertamanya ini. Ia merqsa bisa memahami keterampilan interpersonal sebagai cara untuk menciptakan solusi dengan mudah.

Baca juga: Bekali Mahasiswa Soft Skills, Prodi Ilmu Komunikasi UBSI Gelar Pelatihan Table Manner di Asyana Hotel

“Bootcamp ini seru sekaligus membuka cara pandang saya tentang kepemimpinan. Yang paling berkesan bagi saya adalah sesi tentang cara berbicara dan mendengarkan secara mendalam.”

“Di sini saya belajar bahwa sebagai pemimpin adalah orang yang mampu mendengarkan dan memahami secara utuh agar solusi yang diberikan terasa lebih relevan dan manusiawi,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU