Selasa, 10 MARET 2026 • 15:15 WIB

Mahasiswa S2 UNAIR Terjang Pelosok Maluku, Beri Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Desa Selamon

Author

Asriani bersama tim volunteer Bakti Kesehatan Masyarakat di Desa Selamon, Kabupaten Maluku Tengah. (unair.ac.id)

INDOZONE.ID - Asriani Muflihah Rasakan, salah seorang mahasiswa S2 Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR), terjun langsung ke Desa Selamon, Maluku Tengah untuk melakukan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi kesehatan dan lingkungan.

Program pengabdian yang dipelopori Yayasan Bakti Berkarya untuk Bangsa (BARAKARSA) Indonesia ini melibatkan 30 relawan dengan beragam latar belakang yang terjun langsung untuk berkontribusi bagi masyarakat dari 17 Januari hingga 30 Januari 2026.

Berkat kerja keras dan dedikasinya yang tinggi, Asriani berhasil mendapatkan penghargaan sebagai relawan terbaik di divisinya, yakni Divisi Kesehatan dan Lingkungan.

Saya sebenarnya memang suka dengan kegiatan pengabdian masyarakat, apalagi sampai ke daerah terpencil di Indonesia. Karena saya melihat bahwa ternyata Indonesia seluas itu, dan masih banyak masyarakat daerah pelosok yang masih terbatas terkait akses pendidikan dan kesehatan,” jelasnya. 

Baca juga: Persiapan Hanya Sepekan! Mahasiswa ITB Berhasil Sabet Dua Penghargaan di AYDA Indonesia 2026

Salah satu agenda yang diunggulkan ialah Bakti Kesehatan Masyarakat. Lewat agenda ini, para dokter akan turun langsung menangani berbagai keluhan yang warga alami. Kegiatan berbasis kesehatan ini hadir secara gratis, jadi warga cukup datang dan konsultasi dengan tenaga kesehatan yang bertugas tanpa harus merogoh kocek sepeser pun.

Layanan gratis ini menghasilkan sebuah temuan, yakni hipertensi menjadi satu penyakit yang marak diderita oleh warga Desa Selamon.

"Hal ini tentu perlu menjadi perhatian, terlebih Desa Selamon merupakan wilayah pesisir yang pola konsumsinya cukup erat dengan makanan tinggi garam seperti ikan asin atau hasil laut yang diawetkan,” ungkapnya. 

Selain itu, program Cegah Anemia pada Remaja (CEMARA) turut hadir dengan menargetkan kelompok usia remaja.

Baca juga: Kenali 6 Penyebab Utama yang Membuat Kelulusan Tertunda dan Menjadi Mahasiswa Abadi

Kegiatan CEMARA ini dispesifikan kepada siswi SMPN 58 Maluku. Hal ini sebagai pemberian edukasi kepada anak remaja terkait anemia, terlebih perempuan memang rentan terkena anemia. Jadi hal tersebutlah sebaiknya mereka sudah tahu terkait anemia dan soal tablet penambah darah sejak dari dini, sebagai langkah preventif terkait anemia tersebut,” tuturnya.

Tim relawan menekankan warga desa untuk menjaga pola hidup sehat, dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi garam, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta diimbangi dengan olahraga rutin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unair.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU