Selasa, 10 MARET 2026 • 14:48 WIB

Perkuat Kualitas Informasi Publik, Kolaborasi Kampus-Media Jadi Kunci Jaga Demokrasi

Author

Rektor President Universit Handa S. Abidin, Ph.D saat memberikan sambutan dalam acara forum silaturahmi ramadan dan iftar bersama insan media di Gedung Dewan Pers, Senin (9/3/2026). (INDOZONE/Fahmy Fotaleno)

INDOZONE.ID - Di tengah kompleksitas persoalan sosial, politik, dan ekonomi Indonesia, sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan media massa dinilai menjadi pilar krusial dalam menjaga kesehatan ekosistem informasi publik. Hal ini mengemuka dalam forum dialog antara President University dan Dewan Pers yang berlangsung di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Kolaborasi ini dipandang bukan sekadar kerja sama teknis, melainkan upaya strategis untuk menghadirkan pemberitaan yang berbasis data, riset, dan analisis mendalam bagi masyarakat.

Baca juga: Jalur Unik! President University Sediakan Beasiswa S1-S3 Lewat Roblox

Rektor President University, Handa S Abidin PhD menegaskan bahwa peran perguruan tinggi saat ini harus melampaui batas ruang kelas. Kampus wajib memposisikan diri sebagai sumber pengetahuan dan sudut pandang akademik yang mampu memperkaya kualitas informasi di ruang publik.

"Hubungan kokoh antara kampus dan media diperlukan untuk menghadirkan ekosistem informasi yang sehat dan kritis. Kampus menyediakan riset dan validasi ilmiah yang dapat memperkuat narasi media agar lebih bermanfaat bagi publik," ujar Handa.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pers Prof Komaruddin Hidayat menyoroti peran ganda pers sebagai elemen penjaga demokrasi. Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab besar sebagai pengawas sosial (social control) sekaligus saluran aspirasi agar suara masyarakat mencapai pembuat kebijakan.

"Pers dan kampus adalah dua kekuatan yang saling melengkapi dalam mendorong perubahan sosial yang positif," ungkapya.

Kritik terhadap tren jurnalisme saat ini juga disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto. Ia mengingatkan bahwa fungsi kontrol sosial tidak akan maksimal jika media hanya mengejar kecepatan (speed) tanpa kedalaman substansi.

Baca juga: Resmi! Rektor President University Umumkan Mata Kuliah Roblox Mulai September Ini!

Beberapa poin penting yang menjadi catatan bagi insan pers meliputi pemahaman isu, wawasan luas dan juga analisis mendalam.

"Wartawan dituntut memiliki basis pengetahuan yang kuat atas isu yang diliput, menghubungkan satu fenomena dengan konteks yang lebih besar serta emastikan pemberitaan tidak hanya berhenti di permukaan, tetapi mampu membedah akar persoalan," tegasnya.

Dalam sesi dialog, para pemimpin redaksi dan jurnalis sepakat bahwa akademisi merupakan mitra strategis dalam menyediakan data akurat dan hasil riset valid. Interaksi yang lebih intensif antara kedua belah pihak diharapkan dapat meminimalisir penyebaran misinformasi dan meningkatkan literasi masyarakat melalui produk jurnalistik yang lebih berkualitas.

Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi terciptanya kolaborasi riset dan publikasi yang lebih luas, guna merespons tantangan zaman serta membangun masa depan Indonesia yang lebih baik melalui informasi yang mencerdaskan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU