INDOZONE.ID - Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menambah tenaga profesional di bidang gizi. Sebanyak 33 dietisien baru dilantik pada Rabu 11 Maret 2026, di Auditorium FK-KMK UGM.
Kehadiran para ahli gizi ini diharapkan dapat memperkuat peran tenaga kesehatan dalam menghadapi berbagai tantangan gizi global. Sebut saja, peningkatan kasus obesitas yang diperkirakan akan menjangkiti hingga 4 miliar orang di dunia pada 2035.
Dekan FK-KMK UGM, Yodi Mahendradhata, menegaskan bahwa para dietisien yang baru dilantik ini dipersiapkan untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui pendekatan gizi yang tepat.
Peran mereka dinilai makin penting seiring meningkatnya risiko penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit jantung yang berkaitan erat dengan pola makan sehari-hari.
“Dietisien baru berdiri di garis depan sistem kesehatan, mendampingi pasien dengan empati, membantu masyarakat memahami makanan kesehatan, serta membantu pendekatan gizi yang lebih manusiawi serta berbasis ilmu pengetahuan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan, bahwa sumpah profesi yang diucapkan para lulusan bukan sekadar formalitas belaka, melainkan bentuk komitmen untuk menjaga integritas dan menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dalam praktik profesional.
Dalam dunia kerja nanti, para dietisien akan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendampingan serta edukasi berkelanjutan.
“Dalam praktiknya baik di rumah sakit, puskesmas, komunitas, industri pangan maupun dunia penelitian, Anda akan bertemu dengan banyak cerita kehidupan. Di balik semuanya itu, ada harapan untuk hidup lebih baik, serta kualitas hidup yang lebih bermartabat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien FK-KMK UGM, Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, menjelaskan bahwa seluruh lulusan pada batch ini berasal dari jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Mayoritas peserta merupakan praktisi yang telah bekerja di berbagai bidang terkait gizi dan kesehatan.
Menurutnya, sebanyak 93,34 persen lulusan berasal dari kalangan praktisi, sedangkan sekitar 6 persen lainnya berprofesi sebagai akademisi.
Ia pun mengapresiasi perjuangan para mahasiswa profesi yang mampu menyelesaikan studi meski harus membagi waktu dengan pekerjaan yang masih dijalani.
“Rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) lulusan berada di angka 3,68 dengan rata-rata lama studi satu tahun. Meski menempuh jalur profesi di tengah kesibukan pekerjaan, para lulusan membuktikan semangat pembelajar sepanjang hayat dengan rata-rata kelulusan di usia 34 tahun 6 bulan,” jelasnya.
Dalam pelantikan kali ini, Mawar Lestari tercatat sebagai lulusan terbaik pertama dengan IPK 3,92. Posisi kedua ditempati oleh Pinka Cahyati Wibowo dengan IPK 3,9, lalu peringkat ketiga diraih oleh Tri Catur Nugrahasari dengan IPK 3,84.
Baca juga: Gandeng Ibu PKK, Mahasiswa UAD Hidupkan Kembali Ekosistem Bank Sampah di Sokorojo
Dengan bertambahnya 33 lulusan pada periode ini, FK-KMK UGM kini telah menghasilkan total 428 dietisien sejak program tersebut pertama kali dibuka pada 2007.
Dari jumlah tersebut, mayoritas lulusan masih didominasi oleh perempuan, yakni 32 orang, sedangkan satu orang lainnya merupakan lulusan laki-laki.
Secara keseluruhan, profil alumni dietisien UGM hingga saat ini terdiri dari 391 perempuan dan 37 laki-laki yang tersebar di berbagai sektor layanan kesehatan, pendidikan, hingga industri pangan.
Di akhir sambutannya, Mirza mengingatkan para lulusan untuk tetap membawa nilai-nilai almamater UGM dalam setiap langkah pengabdian mereka.
Ia juga mendorong para dietisien baru untuk aktif terlibat dalam organisasi profesi guna memperluas jaringan sekaligus meningkatkan kompetensi.
Baca juga: Persiapkan Delegasi Tangguh, School of Mawapres (SOM) Bekali Mahasiswa Kompetensi HEBAT
“Bergabunglah dengan organisasi profesi dalam rangka pengembangan kompetensi dan memperkuat jejaring organisasi profesi. Keberadaan Anda semua sangat ditunggu untuk mewarnai peran serta ahli gizi Indonesia. Siapa lagi kalau bukan kita yang mengisinya,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id