Rabu, 01 APRIL 2026 • 08:43 WIB

Institut Teknologi Bandung Gelar Halalbihalal 1447 H, Rektor Tekankan Integritas dan Kebersamaan

Author

Para pimpinan hingga sivitas akademika bersalam-salaman (itb.ac.id)

INDOZONE.ID - Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan acara Halalbihalal 1447 Hijriah sebagai sarana untuk memperkuat tali persaudaraan di lingkungan kampus.

Kegiatan yang berlangsung pada 30 Maret 2026 tersebut dipusatkan di area Boulevard hingga Aula Barat, Kampus Ganesha.

Baca juga: Mengapa QS World University Ranking Penting bagi Kampus, Dosen, dan Mahasiswa?

Dengan mengusung tema tentang pentingnya menjaga keikhlasan, integritas, kebersamaan, serta kerukunan, acara ini menjadi ajang refleksi bagi seluruh sivitas akademika setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan

Kegiatan dimulai dengan sesi bersalam-salaman yang melibatkan jajaran pimpinan universitas, staf, mahasiswa, hingga keluarga besar ITB lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., mengungkapkan bahwa tradisi Halalbihalal di Indonesia memiliki makna yang sangat mendalam.

Menurutnya, momen ini bukan sekadar perayaan usai Lebaran, melainkan waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan memotivasi satu sama lain dalam menebar kebaikan.

“Setelah satu bulan menjalani ibadah puasa, kita dipertemukan kembali dalam suasana kebersamaan yang penuh makna. Semoga nilai-nilai yang kita peroleh selama Ramadan dapat terus kita bawa, termasuk dalam aktivitas kita di institusi,” tuturnya.

Beliau juga mengibaratkan Ramadan sebagai sebuah “madrasah kehidupan” yang mendidik karakter seseorang menjadi lebih sabar, disiplin, ikhlas, dan peduli terhadap sesama. 

Baca juga: Kisah Zair, Mahasiswa Indonesia yang Jalani Ramadhan di Negeri Minoritas Muslim

Karakter-karakter inilah yang dianggap sebagai pondasi utama untuk membangun ITB agar tidak hanya unggul secara kecerdasan, tetapi juga memiliki integritas yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Acara halalbihalal ITB (itb.ac.id)

Selain sambutan dari Rektor, acara juga diisi dengan ceramah keagamaan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung, Prof. Dr. Ir. Harry Suhardiyanto, M.Sc.

Dalam pesannya, ia mengingatkan agar kualitas ketakwaan yang sudah dilatih selama bulan puasa terus dipertahankan.

Ia menekankan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan seharusnya membuat seseorang menjadi lebih rendah hati dan tidak sombong.

“Ilmu pengetahuan pada hakikatnya adalah upaya memahami ciptaan Allah. Oleh karena itu, semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin mengingatkan dirinya untuk tidak sombong,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Harry menjelaskan bahwa integritas sejati terlihat dari keselarasan antara perkataan dan perbuatan, tanpa perlu pencitraan yang berlebihan. 

Baca juga: Mahasiswa FISIB Universitas Pakuan Unggul di Pilmapres 2026, Wakili ke LLDIKTI Wilayah IV

Ia juga menyoroti bahwa kemajuan sebuah institusi tidak bisa dicapai sendirian, melainkan butuh kerja sama tim yang solid seperti struktur bangunan yang saling menopang.

Di akhir tausiyah, ia mengungkapkan bahwa kerukunan dalam berbangsa hanya bisa terwujud jika ada keadilan dan kepemimpinan yang berlandaskan kebenaran serta ilmu pengetahuan.

Melalui kegiatan ini, keluarga besar ITB diharapkan mampu terus menjaga nilai-nilai kebaikan tersebut dalam kehidupan sehari-hari demi kemajuan bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itb.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU