Rabu, 01 APRIL 2026 • 14:00 WIB

Kurangi Ketergantungan Pakan Pabrikan, UB Bekali Peternak Blitar dengan Teknologi TMR

Author

Program Doktor Mengabdi tahun 2025 (fapet.ub.ac.id)

INDOZONE.ID - Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (UB) menjalankan program pengabdian melalui Doktor Mengabdi 2025 di Desa Garum, Blitar, dengan menyasar peternak sapi potong setempat.

Kegiatan ini berfokus pada pemanfaatan teknologi sederhana, untuk membantu peternak setempat dalam mengelola pakan secara lebih efektif.

Pendampingan juga dilakukan secara langsung di lapangan, termasuk penerapan teknik pemberian pakan yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan reproduksi sapi.

Pada sesi praktik, peternak dibekali pelatihan langsung dalam pembuatan pakan seperti Total Mixed Ration (TMR) dan silase, mulai dari proses pencacahan bahan hingga fermentasi.

Baca juga: 5 Tools Gratis Andalan Mahasiswa, Tugas Kuliah dan Skripsi Jadi Cepat Kelar!

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan mereka agar mampu mengolah pakan berkualitas secara mandiri dengan memanfaatkan bahan lokal. Sebab, sampai saat ini, mereka masih cukup bergantung pada pakan pabrikan.

Program ini juga mengusung konsep ekonomi sirkular dengan mengolah limbah menjadi produk bernilai guna seperti briket dan eco-enzyme.

Seluruh kegiatan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, mulai dari penyediaan bahan hingga tenaga, sehingga menghadirkan kolaborasi yang kuat antara kampus dengan peternak setempat.

Melalui program ini, Prof. Mashudi menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah mendorong peternak beralih ke sistem pengelolaan pakan yang lebih terencana, hemat biaya, dan berkelanjutan.

Baca juga: Gagal UTBK-SNBT 2026? Ini 5 Cara Mengatasi Stres agar Tetap Semangat

Melalui program Doktor Mengabdi ini, kami mendorong penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan pakan sapi potong agar peternak tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pakan komersial. Optimalisasi bahan pakan lokal melalui formulasi TMR, silase, dan pemanfaatan mini feedmill diharapkan mampu meningkatkan efisiensi biaya produksi sekaligus memperbaiki performa pertumbuhan dan reproduksi ternak secara berkelanjutan,” tuturnya.

Partisipasi peserta tampak tinggi sejak sesi penyuluhan hingga praktik langsung di lapangan.

Mereka aktif mengikuti setiap tahapan kegiatan dan terlibat dalam diskusi maupun pelatihan yang diberikan.

Salah satu peserta menilai kegiatan ini membuka pemahaman baru terkait pentingnya menyusun pakan sesuai kebutuhan nutrisi ternak.

Baca juga: Institut Teknologi Bandung Gelar Halalbihalal 1447 H, Rektor Tekankan Integritas dan Kebersamaan

Jika sebelumnya pemberian pakan dilakukan tanpa perhitungan, kini peternak mulai memahami cara menghitung kandungan protein dan energi, sekaligus mampu membuat TMR dan silase secara mandiri.

Lewat program ini, Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkuat peran sebagai mitra strategis bagi peternak.

Ke depannya, program ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya usaha pakan berbasis kelompok yang lebih efisien, berkelanjutan, serta menjadikan Desa Garum sebagai contoh pengembangan sistem pakan terpadu berbasis potensi lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Fapet.ub.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU