INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) menciptakan terobosan unik di bidang mode yang ramah lingkungan.
Mereka mengubah serabut kelapa yang sering dianggap limbah menjadi tas modis dilengkapi dengan gantungan berisi bibit bunga.
Baca juga: Atasi Lonjakan Sampah, Tim Bala Gadjah Mada UGM Edukasi Warga Pemaluan soal Pengelolaan Limbah
Tim yang terdiri dari Emily Jocelyn, Johan Febriawan, Tutik Masruroh, dan Jibrail Fajar merancang tas tersebut untuk menekan dampak buruk limbah industri fashion terhadap bumi.
Johan mengungkapkan bahwa serabut kelapa dipilih karena selain melimpah di Indonesia dan harganya terjangkau, bahan ini juga sangat kuat serta mempunyai motif alami yang estetik.
Keunggulan utama tas ini terletak pada konsep keberlanjutannya. Jika sudah rusak atau tidak lagi digunakan, tas tersebut tidak akan menjadi sampah abadi.
“Selain bahan baku, kami memastikan bahan perekatnya juga tetap ramah lingkungan. Ketika tas ini sudah rusak dan tidak dapat digunakan, tas dapat ditanam dan diuraikan secara natural oleh alam,” terang Johan.
Baca juga: Mahasiswa KKN UAD Edukasi Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Sehat di Desa Bojong Kulon Progo
Uniknya lagi, gantungan tas yang berisi lima jenis biji bunga, seperti bunga matahari, anyelir, hingga baby’s breath, dapat tumbuh mekar di tempat tas itu ditanam.
Dalam proses produksinya, para mahasiswa menghindari penggunaan bahan kimia berbahaya. Sebagai perekat, mereka meramu campuran tepung tapioka dan gliserin untuk menghasilkan lembaran tas yang lentur namun tetap kokoh.
“Ketika kami mengerjakan tas ini, kebetulan sedang musim hujan. Jadi, proses pengeringannya menjadi jauh lebih lama. Tidak hanya itu, proses menjahit lembaran menjadi tas juga sangat sulit karena masih dilakukan manual dengan jahit tangan,” ungkap Johan.
Melalui inovasi ini, mereka berharap para desainer lokal lebih berani bereksperimen dengan kekayaan alam Indonesia.
Baca juga: Novus: Pameran Tugas Akhir Mahasiswa DKV Untar Tampilkan Inovasi Kreatif di Era Baru
Johan menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri mode yang tidak hanya indah, tetapi juga bersahabat dengan lingkungan.
Meskipun belum dijual secara massal, karya mahasiswa Ubaya membuktikan bahwa bahan alami bisa diubah menjadi produk bernilai tinggi sekaligus menjaga kelestarian alam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ubaya.ac.id