Sabtu, 04 APRIL 2026 • 12:45 WIB

Bazar Urban Iftar 2026 Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas Lewat Workshop dan Digital Marketing

Author

Bazar Urban Iftar 2026 (petra.ac.id)

INDOZONE.ID - Suasana hangat penuh aroma kuliner yang menggugah selera menyambut para pengunjung di ajang bazar Urban Iftar 2026.

Acara yang digelar selama sepekan, tepatnya pada 7 hingga 14 Maret 2026 ini, menjadi panggung bagi para pengusaha lokal untuk menunjukkan produk unggulan mereka kepada masyarakat luas.

Baca juga: Inovasi Bionghum Mahasiswa UPER, Ubah Limbah Sorgum Jadi Produk Bernilai Hingga Pendapatan Petani Naik 40 Kali Lipat!

Lebih dari sekadar pasar murah, kegiatan tersebut merupakan puncak dari rangkaian program "Workshop UMKM Naik Kelas 2026" yang diprakarsai oleh kolaborasi antara Rumah BUMN Surabaya dengan Continuing Education Centre (CEC) Universitas Kristen Petra.

Diah Rahayu A., selaku pimpinan CEC UK Petra, mengungkapkan bahwa kerja sama yang dilaksanakan bertujuan untuk membekali para pelaku usaha kecil dengan pemahaman bisnis yang lebih mendalam.

"CEC UK Petra berkomitmen memperkuat fundamental bisnis UMKM dengan menjembatani ambisi besar mereka melalui edukasi berkelanjutan. Langkah ini bertujuan menggeser pola pikir pelaku usaha dari sekadar mengejar omzet harian menuju pembangunan bisnis yang berkelanjutan secara jangka panjang," tuturnya.

Proses seleksi peserta dilakukan dengan teliti dan ketat. Dari seratus lebih pendaftar, terpilih sekitar 70 pelaku UMKM asal Surabaya dan Sidoarjo yang dinilai paling siap untuk mengikuti pembinaan dan mengisi stan di bazar Urban Iftar.

Baca juga: Mahasiswa Farmasi Unand Gelar Safari Ramadhan dan Iftar Gratis di 18 Masjid Padang Selama Ramadhan

Produk yang dipamerkan pun sangat variatif, mulai dari hidangan makanan dan minuman lezat, hingga produk fashion serta aksesori buatan tangan yang unik.

Salah satu produk UMKM di Urban Iftar 2026 (petra.ac.id)

Sebelum terjun langsung ke pasar, mereka juga telah dibekali berbagai materi seperti penyusunan rencana bisnis yang matang, teknik pemasaran digital, hingga cara mengoptimalkan media sosial seperti TikTok untuk meningkatkan penjualan.

Salah satu peserta, Gaguk Triyatno yang mengelola merek Burger Panen, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

“Banyak UMKM ketika ditanya, ‘masalahmu itu apa?’ Mereka menjawabnya pasti modal. Tetapi saya nggak jawab itu. Yang saya jawab adalah pemasaran. Sebab modal baru benar-benar diperlukan apabila pemasaran sudah berjalan,” terangnya.

Baca juga: Kawal Program Prioritas Nasional, Wamendagri Wiyagus Harap IPDN Konsisten Hasilkan Kader Pemerintahan Kompeten

Dari semua materi yang diberikan, Gaguk merasa teknik memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan adalah ilmu yang paling membekas dan bermanfaat bagi usahanya.

Melalui acara ini, para pelaku UMKM diharapkan dapat terus menerapkan ilmu yang telah didapat untuk membawa bisnis mereka ke level yang lebih tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Petra.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU