Rabu, 08 APRIL 2026 • 14:29 WIB

7 Sikap Mahasiswa yang Tidak Disukai Dosen Pembimbing, Nomor 2 Paling Sering Terjadi!

Author

Ilustrasi mahasiswa sedang melakukan bimbingan di kampus (AI/Gemini)

INDOZONE.ID - Menjalani proses bimbingan skripsi bukan hanya sekadar menguji kemampuan akademik atau kecerdasan.

Lebih dari itu, sikap dan perilaku (attitude) mahasiswa sangat menentukan apakah proses bimbingan akan berjalan lancar atau justru terhambat.

Banyak mahasiswa yang tidak menyadari, bahwa kebiasaan tertentu dapat membuat dosen pembimbing enggan untuk membantu. Pada akhirnya, itu akan memperlama masa studi mahasiswa sendiri.

Agar hubunganmu dengan dosen tetap harmonis dan skripsi cepat selesai, berikut tujuh sifat yang harus kamu hindari karena paling sering tidak disukai oleh dosen pembimbing.

7 Sikap Mahasiswa yang Tidak Disukai Dosen Pembimbing

Baca juga: Dosen ITERA Tampilkan Karya Seni Kontemporer di Pameran Internasional Thailand

1. Tidak Disiplin dan Sering Menghilang

Mahasiswa yang sulit dihubungi atau jarang muncul untuk bimbingan adalah tipe yang paling dihindari oleh dosen.

Dosen memiliki jadwal padat dan tanggung jawab yang besar, sehingga mereka mengharapkan keseriusan dari mahasiswa.

Jika kamu sering menghilang tanpa kabar, dosen akan menganggap kamu tidak memiliki komitmen menyelesaikan skripsi. Alhasil, proses bimbingan tidak akan maksimal dan kelulusanmu bisa saja tertunda.  

2. Suka Menunda Pekerjaan

Kebiasaan menunda-nunda adalah penyakit mahasiswa tingkat akhir yang sering membuat dosen jengkel. Banyak mahasiswa merasa waktu mereka masih panjang, sehingga pengerjaan skripsi terus ditunda-tunda.

Hal ini membuat progres penelitian menjadi tidak jelas. Bahkan, dosen sering kali harus mengejar-ngejar mahasiswa agar segera menyelesaikan tugasnya.

Padahal, dosen jauh lebih senang membimbing mahasiswa yang memiliki target pasti dan kemajuan nyata.

3. Datang Bimbingan Tanpa Persiapan

Datang menemui dosen tanpa persiapan dianggap sebagai kesalahan besar. Dosen akan menganggap mahasiswa telah membuang waktu yang diluangkannya dengan sia-sia.

Contohnya, tidak membawa draft terbaru, belum membaca revisi sebelumnya, atau bahkan belum mengerjakan apa pun sejak pertemuan terakhir.

Dosen pembimbing mengharapkan adanya kemajuan, sekecil apa pun itu, dalam setiap sesi pertemuan.

Baca juga: Biar Bimbingan Skripsi Lancar, Ini Etika Menghubungi Dosen Pembimbing yang Benar

4. Sulit Diatur dan Keras Kepala

Revisi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses skripsi. Akan tetapi, ada mahasiswa yang merasa sulit menerima masukan atau terus membantah arahan dosen tanpa dasar.

Sifat keras kepala tersebut bisa membuat dosen cepat merasa lelah dan suasana bimbingan menjadi tidak nyaman.

Ingatlah bahwa mendengarkan arahan dosen adalah kunci utama agar skripsimu bisa selesai dengan benar.

5. Kurang Sopan dalam Berkomunikasi

Etika berkomunikasi juga sangat berpengaruh pada kesan dosen terhadap mahasiswa yang dibimbingnya.

Beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan, adalah mengirim pesan singkat tanpa salam, menggunakan bahasa terlalu santai, atau menghubungi dosen di waktu tidak tepat.

Faktor-faktor ini bisa meninggalkan kesan buruk. Sebab, dosen cenderung lebih nyaman membimbing mahasiswa yang tahu etika dan sopan santun.  

6. Tidak Memiliki Inisiatif (Terlalu Pasif)

Dosen bukanlah mesin jawaban yang akan memberikan semua solusi untuk penelitianmu. Mahasiswa dituntut untuk aktif mencari solusi dan mandiri dalam mengembangkan penelitian.

Mahasiswa yang hanya diam menunggu arahan tanpa mencoba mencari referensi atau mengembangkan ide sendiri, biasanya kurang disukai oleh dosen.

Jika kamu terlalu bergantung sepenuhnya pada dosen, proses skripsi pasti akan berjalan sangat lambat.

Baca juga: 5 Cara Parafrase yang Benar agar Skripsi Bebas Plagiarisme, Mahasiswa Wajib Tahu!

7. Rasa Takut yang Berlebihan untuk Menemui Dosen

Rasa takut atau malu yang berlebihan justru dapat menjadi penghambat besar. Banyak mahasiswa memilih menghindari dosen karena takut dimarahi atau merasa pekerjaannya belum sempurna. Akibatnya, mereka justru jarang melakukan bimbingan sehingga skripsi tidak kunjung usai.

Padahal, tujuan dosen adalah membantu mahasiswa agar bisa lulus, bukan untuk menjatuhkan mental mereka.

Proses skripsi adalah kerja sama antara dosen dan mahasiswa. Dengan menunjukkan sikap profesional, disiplin, serta menghargai waktu, kamu akan mendapatkan dukungan penuh dari dosen pembimbing untuk segera meraih gelar sarjana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jejakdosen.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU