Kamis, 09 APRIL 2026 • 19:05 WIB

Modal Nekat dan Kerja Keras, Alfath Sukses Tembus UGM dan Borong Prestasi

Author

Alfath Qornain Isnan Yuliadi. (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Kisah inspiratif datang dari mahasiswa D4 Teknologi Rekayasa Pelaksanaan Bangunan Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM), Alfath Qornain Isnan Yuliadi, yang berhasil menembus kampus impiannya lewat perjuangan panjang.

Berasal dari latar belakang SMK, Alfath menjadi satu-satunya siswa di sekolahnya yang lolos ke UGM.

Ia juga menjadi orang pertama di keluarganya yang berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Kalau di angkatan saya, jujur cuma saya. Satu-satunya dari SMK saya yang lolos,” tuturnya.

Baca juga: H-2 Penutupan Daftar Sekdin, Ini 3 Kampus yang Wajib Daftar Dua Kali: Jangan Sampai Kelewatan!

Keinginannya untuk kuliah sempat ditentang orang tua. Ia diarahkan untuk langsung bekerja setelah lulus demi membantu ekonomi keluarga.

Awalnya memang tarik ulur. Karena dari awal saya dimasukkan ke SMK supaya setelah lulus bisa langsung bantu kerja,” lanjutnya.

Dengan keyakinan penuh, ia meyakinkan ayahnya bahwa pendidikan bisa membuka peluang lebih besar. Restu pun akhirnya didapat, meski ia harus berjuang sendirian.

Saya bilang ke ayah, kalau saya mentok di SMK saja, kemungkinan berkembangnya lebih sulit. Saya ingin berkembang lebih jauh, saya ingin kuliah,” ujarnya.

Baca juga: Yemima Perangin-Angin, Raih Juara 1 Pilmapres Itera 2026 Berkat Inovasi AI Deteksi Kecemasan

Sejak kelas dua SMK, Alfath sudah bekerja di proyek bangunan bersama ayahnya. Ia melakukan berbagai pekerjaan berat, dari menggali fondasi hingga mengangkat material bangunan.

Upah yang didapat nantinya ia kumpulkan untuk biaya sekolah dan pendaftaran UTBK.

Di tengah kesibukan kerja dari pagi hingga sore hari, ia tetap belajar pada malam harinya.

Ia bahkan dapat membagi waktu secara disiplin, empat hari untuk bekerja dan tiga hari fokus belajar demi mempersiapkan ujian.

Baca juga: Indonesia Kekurangan Dokter Spesialis, saatnya Mahasiswa Kedokteran Ambil Peran

Perjuangannya sempat diuji saat mengalami kecelakaan kerja dan jatuh dari lantai dua bangunan.

Namun, kejadian itu tidak menghentikan perjalanannya. Justru, hal tersebut semakin memotivasi dirinya untuk terus melangkah lebih maju.

Saya sempat overthinking, takut nggak bisa lanjut. Tapi alhamdulillah diberi kesempatan sampai di titik ini,imbuhnya.

Akhirnya, kerja kerasnya terbayarkan saat ia dinyatakan lolos UTBK dan diterima di UGM.

Baca juga: Top 5 Kampus Teknik Indonesia Versi QS WUR 2026!

Selama kuliah, Alfath berkembang pesat secara personal. Dari yang awalnya pendiam, ia mulai aktif berorganisasi dan mengikuti berbagai lomba sejak semester tiga.

Bahkan, ia berhasil meraih sekitar 15 prestasi di tingkat nasional hingga internasional dan sempat menjadi finalis dalam kompetisi di Nanyang Technological University, Singapura.

Di jenjang kampus, ia pernah meraih penghargaan sebagai Insan Berprestasi UGM 2025.

Kisah Alfath membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk meraih kuseksesan.

Baca juga: 5 Tipe Dosen di Kampus, Nomor 3 Bikin Mahasiswa Kesal!

Ia pun berpesan agar fokus pada usaha hari ini, karena masa depan dibentuk dari apa yang kita lakukan sekarang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU