INDOZONE.ID - Syifa Ayu Talitha Maulidhia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT UNJ) dengan raihan IPK 3,91 pada prosesi Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di GOR UNJ pada 14 April 2026 lalu.
Di balik prestasi yang hampir sempurna tersebut, tersimpan perjalanan panjang yang dipenuhi kelelahan, serta komitmen tinggi untuk terus berkembang di tengah aktivitas yang ia jalani selama menjalankan studi di bangku kuliah.
Dikutip dari laman resmi UNJ, Syifa merupakan mahasiswa Program Studi Sistem dan Teknologi Informasi angkatan 2022 yang masuk melalui jalur SNMPTN.
Sejak awal masuk kuliah, ia tidak sekadar menargetkan lulus tepat waktu, melainkan berpegang pada satu prinsip sederhana, yaitu memaksimalkan setiap kesempatan untuk meraih hasil terbaik.
Baca juga: Apa Itu Margin Skripsi? Ini Penjelasan Lengkap dan Ukuran Standarnya
Selama kurang lebih 3,5 tahun menempuh pendidikan di perguruan tinggi, kesehariannya dipenuhi aktivitas yang cukup padat.
Ia harus menjaga proses akademik di kelas agar tetap berjalan stabil, sekaligus aktif dalam berbagai kegiatan non-akademik seperti BEM prodi, organisasi basket, hingga klub inovatif kampus.
Alih-alih memilih salah satu dan meninggalkan yang lain, Syifa justru berusaha menjalani semuanya secara beriringan.
Ia pernah dihadapi dengan situasi di mana semua jadwal terasa bertabrakan satu dengan lainnya, tugas datang tanpa henti, dan energi habis terkuras.
Baca juga: 5 Dampak Buruk Joki Skripsi, Dari Ancaman DO hingga Gagal Sidang
Di titik itulah ia jadi belajar bahwa tantangan terbesar bukan hanya dari faktor luar, tetapi juga dari kemampuan dalam mengatur diri sendiri.
“Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi di tengah banyaknya aktivitas,” ujarnya.
Ia mengandalkan kemampuan time management dan menyusun prioritas untuk membangun kebiasaan itu agar dapat berjalan maksimal
Baginya, produktivitas bukan berarti terus bekerja tanpa henti. Ia tetap memberi ruang untuk beristirahat agar bisa kembali pulih dan menjaga performa tetap stabil dalam jangka panjang.
Selain itu, selama perkuliahan, ia semakin menyadari bahwa proses belajar tidak hanya terbatas di ruang kelas, tetapi harus relevan dengan kebutuhan industri.
“Pendidikan harus adaptif, aplikatif, dan relevan dengan kebutuhan industri,” ungkapnya.
Hal tersebut juga tercermin dalam tugas akhirnya yang berjudul “Pengembangan Sistem Prediksi Employee Attrition Menggunakan Algoritma Random Forest di PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)”, yang berfokus pada pemanfaatan data untuk menyelesaikan permasalahan di dunia kerja.
Di balik seluruh pencapaiannya, Syifa tidak pernah berjalan sendiri. Dukungan keluarga, arahan dosen, serta kebersamaan dengan teman-teman menjadi bagian penting yang ikut menguatkan perjalanannya ini.
Baca juga: Tingkatkan Keselamatan Kerja, UNS dan UKM Edukasi Pekerja Migran Perempuan Indonesia di Malaysia
Saat namanya diumumkan sebagai wisudawan terbaik, ia tidak hanya merasa bangga. Menurutnya, pencapaian ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk melangkah lebih jauh.
“Ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan yang lebih besar,” katanya.
Bagi Syifa, gelar terbaik bukan sekadar penghargaan akademik seperti yang ia raih, melainkan tanggung jawab untuk terus berkembang dan memberi dampak yang lebih luas bagi sekitar.
“Dalam setiap proses, baik keberhasilan maupun kegagalan, saya belajar memaknai perjalanan, membentuk cara berpikir, dan menguatkan diri. Dari situlah saya terus bertumbuh, bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi juga sebagai pribadi yang lebih utuh,” tambahnya.
Baca juga: Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa UNY Edukasi Anak Panti Asuhan Kelola Uang Sejak Dini
Ke depan, Syifa berencana untuk terus mengembangkan karier di bidang data science dan artificial intelligence (AI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unj.ac.id