NDOZONE.ID - Memasuki tahun ajaran baru, istilah MPLS dan MATSAMA kini lebih sering terdengar dibandingkan MOS.
Perubahan penamaan ini bukan sekadar pergantian kata, melainkan sebuah evolusi besar dalam dunia pendidikan di Indonesia untuk menghapus budaya perpeloncoan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
Baca juga: Mahasiswa UMS Hadirkan Sekolah Pintar Berbasis Tenaga Surya, Panen 5 Medali Nasional Sekaligus
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai perbedaan ketiga istilah tersebut.
1. MOS (Masa Orientasi Sekolah)
MOS menjadi istilah standar untuk penyambutan siswa baru. Namun, MOS sering kali meninggalkan kesan negatif karena beberapa ciri khasnya.
Kegiatan tersebut cenderung didominasi oleh siswa senior atau alumni, sementara guru dan kepala sekolah hanya berperan sebagai pengawas.
Meskipun bertujuan mengenalkan sekolah, MOS di masa lalu lebih banyak berfokus pada aspek administratif, akademik, dan sering kali disertai atribut-atribut aneh atau tugas-tugas yang tidak masuk akal.
Karena kendali penuh ada di tangan senior, risiko terjadinya budaya senioritas, hukuman fisik, dan tindakan tidak mendidik lainnya menjadi sangat tinggi.
Baca juga: Jangan Anggap Sepele! 5 Dampak Negatif Bolos Kuliah yang Wajib Mahasiswa Tahu
2. MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah)
Sejak diterbitkannya Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016, istilah MOS resmi digantikan oleh MPLS untuk jenjang sekolah umum (SD, SMP, SMA, SMK).
MPLS membawa senjumlah perubahan. Berbeda dengan MOS, perencana dan penyelenggara MPLS adalah guru, sedangkan kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas seluruh rangkaian kegiatan.
MPLS dirancang untuk membantu siswa beradaptasi dengan cara yang menyenangkan, menumbuhkan motivasi, serta mengembangkan interaksi positif antarwarga sekolah
Pengurus OSIS atau MPK hanya boleh membantu jika jumlah guru terbatas, dengan syarat maksimal 2 orang per kelas dan tidak memiliki riwayat kekerasan.
Kegiatannya mencakup pengenalan fasilitas sekolah, penanaman nilai luhur, dan pembangunan keterampilan sosial.
3. MATSAMA (Masa Ta'aruf Siswa Madrasah)
MATSAMA adalah istilah yang digunakan khusus di lingkungan Madrasah (MI, MTs, MA) di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag). MATSAMA serupa dengan MPLS, namun disesuaikan dengan kultur Madrasah.
Sesuai namanya, tujuan utama MATSAMA adalah untuk membangun suasana yang ramah, aman, dan nyaman melalui proses pengenalan diri serta lingkungan madrasah.
MATSAMA juga mengacu pada regulasi yang melarang keras segala bentuk perploncoan, budaya senioritas, maupun hukuman fisik.
Baca juga: Selama Masa Cuti Lebaran 2026, Seluruh Kegiatan Administrasi dan Perkuliahan di UM Diliburkan
Kegiatan ini biasanya hanya dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 3 hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran, dan hanya dilakukan pada jam sekolah.
Jika terjadi pelanggaran atau kekerasan selama MATSAMA, pihak sekolah dapat dikenakan sanksi berat, mulai dari teguran tertulis hingga penutupan sekolah atau penurunan akreditas.
Perubahan dari MOS ke MPLS dan MATSAMA mencerminkan komitmen dunia pendidikan Indonesia untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih humanis, aman, dan mendidik.
Orientasi siswa kini tidak lagi dikelilingi tekanan atau senioritas, melainkan proses adaptasi yang positif dan bermakna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Edoo.id