Mahasiwa internasional. (ugm.ac.id)
INDOZONE.ID - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan di Indonesia.
Melalui dua skema utama, yakni jalur reguler dan International Undergraduate Program (IUP) gelombang kedua, UGM mengajak calon mahasiswa dari berbagai negara, khususnya kawasan Asia Pasifik, seperti Papua Nugini dan Kepulauan Solomon untuk merasakan pengalaman belajar di Yogyakarta.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya kampus dalam memperkuat jejaring global dan memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas.
Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Gandes Retno Rahayu, menyampaikan bahwa kedua jalur tersebut dirancang dengan sistem berbeda agar bisa mengakomodasi kebutuhan calon mahasiswa.
Baca juga: Gokil! Undip Tembus Top 5 Nasional di SINTA 2026, Makin Bangga Jadi Bagian dari Kampus Perjuangan!
“Kami membuka dua jalur untuk teman-teman internasional dengan berbagai macam pilihan program studi dan kesempatan,” tuturnya.
Untuk jalur reguler, mahasiswa internasional akan menjalani perkuliahan bersama mahasiswa Indonesia dengan menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantarnya. Oleh karena itu, peserta diwajibkan mengikuti program pelatihan bahasa terlebih dahulu.
Sementara itu, jalur IUP menjadi pilihan bagi mereka yang ingin langsung belajar menggunakan bahasa Inggris. Program ini tersedia di berbagai fakultas, seperti Ekonomika dan Bisnis, Hukum, FISIPOL, Psikologi, hingga bidang sains dan teknologi.
Baca juga: Lawan Kekerasan Seksual di Kampus, 5 Peran Penting Satgas PPKS di Perguruan Tinggi
Menariknya, mahasiswa IUP juga berkesempatan mengikuti program internasional, seperti student exchange, double degree, serta kolaborasi akademik dengan kampus mitra di luar negeri.
Untuk mengikuti jalur IUP, calon mahasiswa harus memenuhi beberapa syarat, di antaranya memiliki kemampuan bahasa Inggris, mengikuti Gadjah Mada Scholastic Test, serta lolos tahap wawancara.
Tidak hanya jenjang sarjana, UGM juga menyediakan berbagai program untuk tingkat magister dan doktoral bagi mahasiswa internasional.
Direktur Kemitraan dan Relasi Global UGM, Puji Astuti, menambahkan bahwa Yogyakarta menjadi salah satu alasan utama banyak mahasiswa asing memilih UGM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id