INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 2025, Khesya Kalpika Akuina dan Tisya Desti Winanda, membagikan kisah inspiratif mereka dalam menaklukkan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT).
Selama mengikuti ujian di UNAIR, keduanya mengaku sangat nyaman karena pelayanan yang diberikan pihak kampus sangat terorganisir.
Baca juga: Antropologi UGM Melonjak ke Top 100 Dunia, Ungguli UI dan Unair
Meskipun mereka mendapatkan jadwal ujian di pagi hari dan belum sempat sarapan, panitia sigap memberikan konsumsi ringan berupa makanan dan teh hangat.
“Sebelum UTBK kita dikasih snack kecil sama minuman teh refill. Itu lumayan membantu banget,” tutur Tisya.
Khesya, yang menempuh ujian di Kampus Dharmawangsa-B, serta Tisya yang berada di Kampus MERR-C, memberikan apresiasi pada kesiapan teknis panitia.
“Waktu datang, langsung disambut dan diarahkan ke ruang tunggu. Semuanya terkoordinasi dengan baik,” pungkas Khesya.
Mereka menyebutkan bahwa koneksi internet selama ujian sangat stabil tanpa kendala, serta para petugas yang membantu peserta sehingga suasana ujian menjadi lebih kondusif.
Namun, perjalanan menuju kesuksesan tidaklah instan. Tisya mengungkapkan bahwa dirinya baru mulai belajar secara intensif sekitar dua minggu sebelum ujian setelah gagal mengikuti jalur SNBP.
Baca juga: Usia 18 Tahun, Naura Tembus Unesa Lewat Jalur SNBP dan Jadi Mahasiswa Termuda
Ia belajar secara mandiri dengan mengandalkan materi dari YouTube, buku latihan soal, serta rutin mengikuti uji coba atau tryout.
Di sisi lain, Khesya sebenarnya sudah mengikuti bimbingan belajar sejak awal kelas 12. Namun, ia baru benar-benar fokus mendalami materi setelah gagal di jalur prestasi.
Tekanan belajar yang sangat tinggi tersebut sempat membuat keduanya merasakan kelelahan mental atau biasa disebut burnout.
Untuk mengatasi rasa jenuh, Tisya memilih untuk beristirahat total selama satu hari dan mencoba metode belajar yang lebih variatif.
Strateginya adalah memprioritaskan subtes yang paling sesuai dengan program studi pilihannya, yakni Ilmu Informasi dan Perpustakaan, dengan fokus pada Literasi Bahasa Indonesia dan Inggris.
Sementara itu, Khesya yang mengincar rumpun sains (Saintek) lebih fokus mengasah kemampuan Pengetahuan Kuantitatif dan Penalaran Matematika hingga akhirnya ia diterima di jurusan Akuakultur.
Baca juga: Ingin Berkarier di Dunia Kreatif? Kenali 4 Jurusan Desain yang Paling Diminati
Menjelang UTBK 2026, kedua mahasiswa ini memberikan pesan penting bagi para calon peserta. Tisya mengingatkan agar peserta tetap percaya diri dan mengenali batasan diri sendiri.
Khesya juga menambahkan bahwa konsistensi dan menjaga kondisi fisik jauh lebih penting daripada belajar secara berlebihan.
“Jaga kesehatan, karena kalau sakit di hari ujian semua usaha bisa sia-sia. Dan apapun hasilnya, percayalah itu bukan akhir dari segalanya,” ucap mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unair.ac.id