Kamis, 23 APRIL 2026 • 11:00 WIB

Dosen UGM Kembangkan Vaksin Baru Berbasis Isolat Lokal untuk Atasi Penyakit Tetelo pada Unggas

Author

Dosen UGM Kembangkan Vaksin unggas dari Isolat Lokal. (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Penyakit Newcastle Disease (ND) atau yang lebih dikenal sebagai tetelo masih menjadi ancaman serius bagi industri perunggasan di Indonesia.

Penyakit yang disebabkan oleh virus Avian orthoavulavirus-1 ini, dikenal sangat menular dan kerap memicu angka kematian tinggi pada unggas.

Menariknya, penyakit ini bukan hal baru di Indonesia. Menurut catatan sejarah, ND pertama kali ditemukan pada Maret 1926 di Batavia oleh peneliti Belanda, Kraneveld. Penyakit ini sempat dikenal dengan sebutan "Batavia Disease."

Pakar virologi veteriner dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), Michael Haryadi Wibowo, menjelaskan ND dapat menyerang berbagai sistem vital pada unggas secara bersamaan.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat ND sebagai salah satu faktor utama yang menghambat produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan unggas di Indonesia.

Baca juga: Urban Farming di Kampus, Vokasi UI Gelar Panen Tanaman Herbal 2026

Selama ini, pengendalian ND umumnya dilakukan melalui vaksinasi rutin berbasis strain klasik, seperti LaSota (genotipe II). Akan tetapi, virus yang beredar di lapangan telah mengalami perubahan.

Saat ini, virus ND yang paling banyak ditemukan adalah genotipe VII, khususnya sub-genotipe VII-i, yang bersifat lebih ganas dan telah menyebar luas pada berbagai jenis unggas,” ujar Michael, dikutip pada Kamis (23/4/2026).

Perbedaan antara strain virus dalam vaksin dengan virus yang beredar di lapangan menjadi tantangan tersendiri. Kondisi ini membuat efektivitas vaksin konvensional tidak lagi optimal dalam menekan penyebaran penyakit.

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari FKH UGM tengah mengembangkan vaksin ND berbasis isolat lokal yang lebih relevan dengan kondisi virus terkini di Indonesia.

Baca juga: 5 Tips Kuliah Sambil Kerja Shift Tanpa Tumbang

Penelitian dilakukan dari pengambilan sampel lapangan, analisis genetik, hingga pemetaan genom virus secara menyeluruh.

Berdasarkan hasil penelitian kami, kasus ND di Indonesia saat ini didominasi oleh virus genotipe VII-i yang bersifat virulen,” tambahnya.

Selain itu, tim peneliti juga berhasil mengidentifikasi dan mengembangkan isolat lokal virus ND yang dinilai memiliki karakteristik unggul untuk dijadikan kandidat bahan dasar vaksin.

Pengembangan vaksin ini tidak dilakukan sendiri. Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya turut menjalin kerja sama dengan tim UGM untuk mempercepat proses riset dan produksi.

Baca juga: Gak Sekadar Main Medsos, Siswa MTsN Dibimbing Jadi Content Creator oleh Mahasiswa UNS

Menurut Haryadi, penggunaan vaksin berbasis isolat lokal dapat menjadi langkah strategis untuk mengendalikan penyakit di lapangan.

Vaksin ini diharapkan dapat menekan penyebaran penyakit, meningkatkan kesehatan unggas, dan memperkuat daya saing industri perunggasan di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU