Jumat, 01 MEI 2026 • 09:00 WIB

FEB UGM Kembali Berprestasi, Borong Juara di Kompetisi Bisnis Nasional

Author

Mahasiswa FEB UGM kembali menorehkan prestasi dalam kompetisi Management Competition 2026: National Business Case Competition. (ugm.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi di ajang Management Competition 2026: National Business Case Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada 28 Maret 2026.

Dalam kompetisi tersebut, dua tim dari FEB UGM berhasil meraih juara pertama dan kedua sekaligus menyabet penghargaan sebagai Best Speaker.

Ajang ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menjawab studi kasus bisnis berbasis energi hijau, khususnya pengolahan minyak jelantah menjadi bahan bakar avtur, penulisan paper, hingga sesi pitching di babak final.

Tim Kacamata Baru Aryo yang terdiri dari Muhammad Fatih Putra Nugraha, Hilal Afif Fauzan, dan Ahmad Fahrel Aldito sukses keluar sebagai juara pertama.

Baca juga: Sarjana Humaniora Adalah? Ini Prospek dan Peluang Kerja di Masa Depan

Tak hanya itu, Muhammad Fatih Putra Nugraha juga dinobatkan sebagai Best Speaker berkat kemampuan presentasinya. Di posisi kedua, tim Apa Ya yang beranggotakan Hanwinartha Haryono, Amy Koh Jia Chi, dan Ibnu Khafi turut membawa pulang sebagai juara.

Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk merancang solusi atas persoalan nyata di bidang energi terbarukan dengan memanfaatkan Used Cooking Oil (UCO) sebagai bahan baku produksi avtur. 

Kedua tim menghadirkan pendekatan solusi yang berbeda. Tim Kacamata Baru Aryo mengusung strategi pendekatan langsung ke masyarakat melalui sistem door-to-door guna mengoptimalkan pengumpulan UCO.

Sementara itu, tim Apa Ya menawarkan inovasi berbasis teknologi berupa pengembangan aplikasi yang mampu mengintegrasikan titik-titik pengumpulan minyak jelantah secara lebih efisien.

Baca juga: Tim Medis Siaga Penuh! Peserta UTBK di Universitas Brawijaya Tetap Bisa Ujian Meski Sakit

Di balik keberhasilan tersebut, masing-masing tim menghadapi tantangan tersendiri selama kompetisi berlangsung. Tim Kacamata Baru Aryo sempat dikejutkan dengan penggunaan bahasa Inggris dalam sesi pitching yang baru diketahui sesaat sebelum presentasi. 

Sementara itu, tim Apa Ya mengaku kendala utama yang mereka hadapi adalah keterbatasan waktu akibat padatnya aktivitas akademik. Proses penyusunan proposal bahkan dilakukan dalam durasi yang relatif singkat.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, kedua tim mampu melalui setiap tahapan kompetisi dengan optimal. 

Bagi kedua tim, capaian ini tidak sekadar dimaknai sebagai kemenangan, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang berharga. 

Baca juga: Tim Medis Siaga Penuh! Peserta UTBK di Universitas Brawijaya Tetap Bisa Ujian Meski Sakit

Ke depan, mereka berharap keberhasilan ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk berani berpartisipasi dalam berbagai kompetisi selama masa perkuliahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ugm.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU