Kamis, 30 APRIL 2026 • 13:24 WIB

Lawan Distraksi Gadget, Inovasi Mahasiswa UNEJ Raih Juara Global

Author

Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Jember (UNEJ) berhasil melahirkan sebuah inovasi bertajuk “Refocus System”. (unej.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) meraih juara pertama dalam ajang International Scientific Paper Competition yang diselenggarakan oleh Bima International University MFH pada 6 April 2026.

Tim yang terdiri dari Vivian Muzayyadah, Rina Dwi Rahayu, dan Adin Ardia Susanti ini, memperkenalkan inovasi “Refocus System”, yaitu sebuah solusi digital berbasis metakognisi untuk mengatasi krisis atensi pada generasi muda akibat paparan distraksi digital.

Fenomena krisis atensi kini menjadi tantangan serius, terutama di kalangan pelajar yang sulit mempertahankan fokus dalam jangka waktu lama.

Kondisi ini dipicu oleh tingginya intensitas penggunaan gawai serta distraksi digital yang terus meningkat, sehingga berdampak langsung pada kualitas proses belajar mereka.

Baca juga: Nggak Cuma Teori, Mahasiswa Sejarah FIB Undip Terjun ke Tambakrejo Buat Re-Branding Masa Depan

Menjawab persoalan tersebut, tim mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP UNEJ mengembangkan Refocus System sebagai pendekatan yang tidak hanya mampu membatasi distraksi, tetapi juga membangun kesadaran berpikir pengguna.

Sistem ini dirancang untuk membantu pengguna mengelola fokus secara mandiri melalui strategi metakognitif.

Secara teknis, Refocus System dilengkapi empat fitur utama, yakni pemantauan kesadaran diri (self-awareness tracking), pengingat adaptif (adaptive reminders), pemicu metakognitif (metacognitive prompts), serta sesi fokus (focus session). Keempat fitur ini bekerja secara terintegrasi untuk mendorong pengguna merefleksikan kebiasaan belajar sekaligus meningkatkan kontrol diri di tengah gangguan digital.

Rina Dwi Rahayu menjelaskan, bahwa keunggulan utama sistem ini terletak pada pendekatan metakognisi yang berfokus pada cara berpikir pengguna. Menurutnya, solusi ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga membangun kebiasaan belajar yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: Keren! UPI Ajari Cara Ubah Sampah Jadi Kompos hingga Cuan

Di balik pencapaian tersebut, tim mengaku menghadapi tantangan, terutama saat mempresentasikan ide yang kompleks dalam bahasa Inggris di hadapan juri yang berasal dari mancanegara. Mereka harus mampu menyampaikan gagasan secara jelas sekaligus mempertahankan argumen selama sesi tanya jawab berlangsung.

Bagi tim, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa permasalahan sehari-hari dapat diangkat menjadi solusi inovatif dengan pendekatan ilmiah.

Mereka juga mendorong mahasiswa lain untuk berani mengembangkan ide dan bersaing di tingkat global.

Ke depan, Refocus System diharapkan dapat dikembangkan sebagai alat pendukung pembelajaran digital yang mampu meningkatkan fokus serta manajemen waktu secara personal, khususnya bagi generasi muda di era digital.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unej.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU