INDOZONE.ID - Sekelompok mahasiswa kreatif dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan sebuah solusi teknologi bernama Hi-VITS.
Sistem ini merupakan alat mitigasi pintar yang mampu mengenali tanda-tanda awal kebakaran listrik dengan cepat melalui pemantauan kondisi jaringan listrik real time.
Baca juga: Tak Lagi Bergantung dengan Listrik PLN, Mahasiswa UMKU Hadirkan Kursi Tunggu Bertenaga Surya
Teknologi Hi-VITS dirancang sebagai pelengkap bagi perangkat keamanan listrik konvensional, yang selama ini kita kenal, yaitu Miniature Circuit Breaker (MCB).
Berbeda dengan MCB standar yang biasanya hanya akan memutus arus saat terjadi beban berlebih atau korsleting, Hi-VITS memiliki kemampuan lebih spesifik.
Perangkat sanggup mendeteksi adanya arc condition atau gangguan busur listrik. Gangguan jenis ini sering kali menjadi pemicu utama kebakaran yang sulit terdeteksi oleh alat pengaman biasa hingga akhirnya percikan api membesar dan membahayakan bangunan.
Salah satu fitur unggulan yang ditawarkan oleh tim pengembang adalah sistem peringatan dini yang komunikatif.
Ananda Aullia Nayaka, anggota tim dari Program Studi Inovasi Digital, menjelaskan bahwa Hi-VITS tidak akan langsung mematikan aliran listrik secara tiba-tiba.
“Sistem kami tidak langsung memutus aliran listrik, tetapi memberi peringatan terlebih dahulu kepada pengguna,” ujarnya.
Hal ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk melakukan pengecekan mandiri atau tindakan pencegahan awal tanpa harus terganggu oleh pemadaman listrik yang mendadak.
Baca juga: Mahasiswa ITB Kembangkan PARANI, Sistem Cerdas yang Siap Bantu Petani Hadapi Cuaca Ekstrem
Ketua tim, Khoirul Anam, menambahkan bahwa mekanisme ini dirancang untuk menjaga kenyamanan dan produktivitas pengguna.
“Validasi produk dan pasar menjadi hal penting agar inovasi yang dikembangkan benar-benar dapat diterima dan digunakan secara luas,” ungkapnya.
Dengan tidak adanya pemadaman listrik yang mendadak, aktivitas ekonomi atau operasional di dalam gedung dapat terus berjalan dengan lancar.
Aliran listrik baru akan diputus secara otomatis oleh sistem Hi-VITS apabila kondisi gangguan sudah berada pada tahap yang sangat membahayakan.
Strategi tersebut memastikan, bahwa aspek keamanan tetap terjaga tanpa mengorbankan kelancaran kegiatan sehari-hari.
Kesuksesan pengembangan Hi-VITS merupakan hasil kolaborasi tim multidisiplin yang terdiri dari mahasiswa berbakat di ITS.
Tim ini digawangi oleh Khoirul Anam, Abdullah Alfin Holis, Marcello Akrama Putra, dan Akmal Zuhdi dari Departemen Teknik Elektro; Alzena Cheiryl Violney dari Departemen Teknik dan Sistem Industri; serta Ananda Aullia Nayaka dari Departemen Sistem Informasi.
Selain fokus pada pengembangan teknis alat, mereka juga menyusun model bisnis dan strategi komersialisasi agar produk inovatif ini dapat diproduksi massal dan diterima dengan baik oleh dunia industri.
Berkat inovasi tersebut, tim meraih prestasi dalam ajang Startup World Cup (SWC) 2026 tingkat Regional Malang yang baru saja berlangsung.
Kemenangan yang diraih membawa mereka meraih tiket emas untuk melaju ke kompetisi tingkat internasional di Silicon Valley, Amerika Serikat, pada November mendatang.
Keberhasilan tim membuktikan bahwa inovasi karya mahasiswa Indonesia memiliki kualitas dan daya saing yang diakui di level global.
Melalui Hi-VITS, ITS kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dengan hadirnya sistem keamanan yang lebih pintar dan bersifat pencegahan ini, diharapkan risiko kerugian jiwa hingga materi akibat kebakaran listrik dapat diminimalkan di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Its.ac.id