Sabtu, 13 JUNI 2026 • 18:40 WIB

ITB Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Pangan Bergizi Lewat Teknologi Apartemen Ayam

Author

Dr.rer.nat. Linus Ampang Pasasa, M.S. menjadikan maggot sebagai pakan ayam pada instalasi Apartemen Ayam (itb.ac.id)

INDOZONE.ID - Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui program pengabdian masyarakat memperkenalkan sebuah model pengelolaan limbah yang DAPAT mengubah sampah rumah tangga menjadi sumber pangan bergizi.

Program bertajuk "Dari Sampah Menjadi Gizi" ini dilaksanakan di RW 02, Kelurahan Pasirlayung, Kota Bandung.

Inisiatif tersebut lahir dari keprihatinan para akademisi ITB terhadap masalah sampah yang semakin menumpuk.

Dr.rer.nat. Linus Ampang Pasasa, M.S., selaku pimpinan program, menjelaskan bahwa penyelesaian masalah sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga.

“Kita melihat masalah sampah di Bandung dan merasa prihatin. Karena itu, kami mencoba mengatasi masalah ini dari hulu, yaitu dari tingkat rumah tangga,” ungkap Linus.

Melalui dukungan pendanaan dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, tim mengembangkan teknologi sederhana dan efektif yang menggabungkan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), ayam petelur, dan kolam ikan.

Baca juga: Mahasiswa BBK 7 UNAIR Perkenalkan Metode Sederhana Urai Sampah Organik Melalui Budidaya Maggot BSF di Karangdoro

Teknologi Apartemen Ayam yang Hemat Lahan 

Salah satu keunikan program ini adalah penggunaan instalasi vertikal yang disebut "Apartemen Ayam".

Karena lahan di perkotaan sangat terbatas, tim ITB merancang bangunan empat lantai yang disusun secara efisien. Bagian atas digunakan untuk kandang ayam, sementara di bawahnya terdapat tempat budidaya maggot atau biopond.

Sistem yang dibangun bekerja secara sirkular, di mana kotoran ayam yang jatuh ke bawah langsung dimakan oleh maggot, sehingga lingkungan tetap bersih dan tidak menimbulkan bau tak sedap.

Maggot yang tumbuh besar kemudian dipanen dan diolah kembali menjadi pakan berkualitas tinggi untuk ayam dan ikan nila yang ada di lokasi.

Petugas Anak Buah Kandang (ABK) memilah sampah organik sebagai pakan maggot (itb.ac.id)

Baca juga: Itera Ajarkan Anak Panti Membuat Hand Sanitizer Alami dan Ramah Lingkungan

Dampak Nyata bagi Gizi Masyarakat 

Program yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup warga.

“Ketika maggot sudah besar, maggot bisa diberikan kembali sebagai pakan ayam. Hasil akhirnya berupa daging dan telur yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujar Linus.

Hasil panen bahkan turut disalurkan untuk Posyandu sekitar sebagai upaya dalam mencegah masalah stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak-anak.

Kini, fasilitas di Pasirlayung tersebut memiliki kapasitas untuk mengolah hingga 300 kilogram sampah organik setiap harinya.

Meskipun pasokan sampah dari warga baru mencapai 50 hingga 75 kilogram per hari, hal ini merupakan tanda positif bahwa wilayah tersebut sedang bergerak menuju status bebas sampah (zero waste).

Baca juga: RAKSHANA, Aksi Mahasiswa UMY Gaungkan Zero Waste dari Kampus hingga Alun-Alun Kidul

Kolaborasi Warga dan Harapan Masa Depan 

Keberhasilan program didukung penuh oleh semangat gotong royong warga, Karang Taruna, hingga kelompok petugas yang secara unik dijuluki "Anak Buah Kandang" (ABK).

Selain itu, area yang dikenal sebagai Bersemi Farm juga telah menggunakan panel surya sebagai sumber energi ramah lingkungan untuk penerangan dan pompa air.

Ketua RW 02 Pasirlayung, Rahayu Wijayanti, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini.

Ia menyebutkan bahwa kehadiran ITB sangat membantu menyukseskan program pemerintah kota seperti GASLAH (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah) yang fokus pada pemilahan limbah dari rumah.

Ke depannya, Dr. Linus berharap produksi maggot yang melimpah dapat diolah lebih lanjut menjadi pelet pakan ternak yang praktis dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Dengan pendekatan multidisiplin yang melibatkan ahli dari berbagai bidang, ITB optimis model ekonomi sirkular ini dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi masalah sampah dan ketahanan pangan di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itb.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU