INDOZONE.ID - Di era digital seperti sekarang, tantangan yang dihadapi anak-anak tidak hanya datang dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari derasnya arus informasi dan penggunaan smartphone yang semakin intens.
Tidak sedikit anak yang mulai terbiasa tidur larut malam, hingga berkurangnya interaksi sosial dengan teman sebaya mereka.
Melihat kondisi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkenalkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Program tersebut dirancang untuk menanamkan kebiasaan positif yang dapat membantu anak tumbuh menjadi individu yang sehat, disiplin, mandiri, dan berkarakter kuat.
Baca juga: Keren! Mahasiswa ITS Borong Dua Penghargaan Nasional Berkat Riset Padi Tahan El Nino
Apa Itu Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat?
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat merupakan program pembentukan karakter guna mendorong anak untuk menerapkan berbagai kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, anak-anak diharapkan mampu mengembangkan kemampuan mengelola diri, menjaga kesehatan, memperkuat nilai spiritual, serta membangun hubungan sosial yang baik dengan lingkungan sekitar.
Pendekatan ini berangkat dari pemahaman bahwa karakter tidak terbentuk secara instan. Karakter tumbuh melalui tindakan sederhana yang dilakukan berulang kali hingga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
1. Bangun Pagi
Kebiasaan pertama adalah bangun pagi. Walaupun terlihat sederhana, kebiasaan ini memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter anak.
Bangun pagi membantu anak belajar mengatur waktu, mempersiapkan diri sebelum beraktivitas, serta mengurangi kebiasaan terburu-buru saat berangkat ke sekolah.
Selain itu, anak yang terbiasa bangun pagi cenderung memiliki pola hidup yang lebih teratur dan waktu yang cukup untuk sarapan, beribadah, maupun mempersiapkan kebutuhan belajar.
Baca juga: 4 Hal yang Wajib Dilakukan Setelah Sidang Skripsi: Banyak Mahasiswa Baru Sadar Belakangan!
2. Beribadah
Gerakan ini juga menempatkan ibadah sebagai salah satu kebiasaan penting yang perlu dibangun sejak dini.
Melalui kegiatan beribadah, anak belajar memahami nilai-nilai kebaikan, rasa syukur, tanggung jawab, serta pengendalian diri.
Selain itu, kebiasaan beribadah ini dapat membantu anak memiliki kompas moral yang dapat menjadi pegangan saat menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan.
3. Berolahraga
Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak.
Berolahraga secara rutin tidak hanya membantu menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga dapar meningkatkan konsentrasi dan mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan.
Guru dan orang tua dapat mendorong anak melakukan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, senam pagi, atau bermain permainan tradisional yang melibatkan gerak fisik.
Baca juga: Kenalan dengan EMONESA, Robot Edukatif UNESA yang Mampu Ajarkan 11 Emosi Dasar pada Anak Autisme
4. Gemar Belajar
Salah satu tujuan utama pendidikan adalah menumbuhkan kecintaan terhadap proses belajar.
Belajar tidak selalu harus dilakukan melalui buku pelajaran. Anak juga dapat memperoleh pengetahuan dari membaca buku cerita, mengamati lingkungan sekitar, berdiskusi, melakukan eksperimen sederhana, maupun mengikuti berbagai kegiatan yang mengembangkan keterampilan baru.
5. Makan Sehat dan Bergizi
Kualitas makanan yang dikonsumsi anak sangat memengaruhi kemampuan belajar, konsentrasi, dan kesehatan secara keseluruhan mereka.
Melalui kebiasaan makan sehat dan bergizi, anak diajak memahami pentingnya memilih makanan yang mengandung nutrisi seimbang.
Kebiasaan sarapan sebelum berangkat sekolah, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta mengurangi makanan tinggi gula dan lemak menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
Baca juga: 5 Fakta Mengejutkan Kehidupan Mahasiswa di Kampus yang Sering Bikin Maba Culture Shock
6. Bermasyarakat
Perkembangan teknologi membuat interaksi sosial tatap muka semakin berkurang pada sebagian anak.
Karena itu, kebiasaan bermasyarakat menjadi salah satu fokus dalam gerakan ini. Anak didorong untuk aktif berinteraksi dengan keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan bermain bersama, gotong royong, mengikuti organisasi, atau membantu sesama, anak belajar tentang empati, kerja sama, toleransi, dan tanggung jawab sosial.
Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi mereka untuk hidup di tengah masyarakat yang beragam.
7. Tidur Lebih Awal
Kebiasaan terakhir yang tidak kalah penting adalah tidur lebih awal.
Istirahat yang cukup membantu tubuh melakukan proses pemulihan sekaligus mendukung perkembangan otak anak.
Kurang tidur dapat menyebabkan anak sulit berkonsentrasi, mudah lelah, hingga memengaruhi kondisi emosional mereka.
Dengan membiasakan tidur lebih awal, anak akan lebih siap menjalani aktivitas belajar dan bermain keesokan harinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kebidanan.almaata.ac.id