Ilustrasi menyusun skripsi (freepik)
INDOZONE.ID - Bagi mahasiswa akhir, kelulusan jadi momen yang dinantikan setelah melewati berbagai proses akademik. Namun, untuk dinyatakan lulus dari kampus harus menyelesaikan tugas akhir.
Umumnya, tugas akhir ini mencerminkan kemampuan seorang mahasiswa dalam meneliti, menganalisis, dan menyusun argumen secara sistematis. Tugas akhir berupa skripsi jadi salah satu standar yang diterapkan lama di Indonesia.
Akan tetapi, perkembangan dunia akademik, banyak kampus mulai bergeser dengan membuka jalur alternatif yaitu melalui publikasi.
Dari jalur ini, memungkinkan mahasiswa untuk menyusun artikel ilmiah hingga dipublikasikan di jurnal bereputasi. Cara ini dinilai bisa buat mahasiswa lebih produktif dalam menulis, serta berkontribusi nyata pada pengembangan ilmu pengetahuan.
Sebelum memastikan untuk pilih skripsi atau publikasi, wajib tahu apa sih perbedaannya. Jangan sampai, pilih skripsi atau publikasi hanya ikut-ikutan saja.
Baca juga: 5 Tips Buat Mahasiswa yang Bingung Menentukan Cita-cita Kamu
Baca juga: Mana yang Lebih Dicari Perusahaan, MM atau MBA?
Baca juga: Dulunya Anak Kos ITB! Adhiguna Kuncoro, Ilmuwan Indonesia di Balik Google Gemini
Jalur Skripsi : Revisi dilakukan berdasarkan masukan dari dosen pembimbing dan dosen penguji
Jalur Publikasi : Revisi dilakukan lewat email atau dari website jurnal, berdasarkan arahan dari review.
Baca juga: Reality Check: 8 Hal yang Bikin Melongo saat Baru Masuk Kuliah
Jika ditimbang mana lebih mudah atau susah, jawabannya tergantung masing-masing orang. Ada mahasiswa yang lebih nyaman untuk membuat skripsi secara panjang, ada juga yang ingin lebih singkat melalui publikasi jurnal.
Baca juga: Keren! Mahasiswa ITS Ciptakan RoboGO, Robot Pintar untuk Deteksi Sumbatan Saluran Bawah Tanah
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@helpin.official