Proses riset disertasi yang dilakukan Wiwik Dahani di laboratorium Universitas Trisakti (its.ac.id)
INDOZONE.ID - Siapa bilang menuntut ilmu hanya untuk yang masih muda? padahal tidak seperti itu. Menuntut ilmu itu bisa kapan pun, tidak memandang latar belakang termasuk usia.
Hal ini dibuktikan oleh wisudawan Program Studi S3 Kimia, Fakultas Sains Analitika Data (FSAD) Institut Teknologi Sepuluh Nopember, yaitu Dr. Wiwik Dahani. Diketahui, ia lulus S3 pada usia 63 tahun, dan akan diwisuda tanggal 27 mendatang.
Baca juga: Inovasi Mahasiswa UGM Satukan Pemerahan dan Pasteurisasi Otomatis untuk Susu Kambing yang Lebih Aman
Dosen Universitas Trisakti ini mengungkapkan bahwa motivasi lanjut kuliah karena kecintaannya dalam mengajar. Ia mengaku, bahwa ini sudah menjadi bagiannya mencari makna hidup.
“Saya ingin memotivasi orang-orang di sekitar untuk semangat menuntut ilmu, yakni dengan menunjukkan jika saya bisa kenapa mereka tidak,” tuturnya.
Baca juga: Ilmu Politik Unhas Gelar Dialog Publik Soal Peran Negara dalam Ketersediaan Pangan Lokal
Pilihannya terhadap ITS bukan tanpa alasan, ia menyebut bahwa ITS jadi kampus impiannya saat masih SMA. Ditambah Surabaya sebagai kampung halamannya, sehingga semakin mantap untuk melanjutkan studi.
“Teman lama saya banyak yang di ITS, selain itu lingkungannya juga sangat mendukung dan maju untuk doktoral saya,” ungkapnya.
Ibu tiga anak ini menyebut, program doktor Kimia ITS cocok dengan keilmuan yang ia geluti, khususnya tentang pertambangan.
Baca juga: Tas Lipat Multifungsi Karya Mahasiswa ITB, Lahir dari Observasi Sederhana jadi Solusi Sehari-hari
Wiwik mengangkat judul disertasi “Pembuatan Frother Berbasis Minyak Sawit Mentah dan Karbon Aktif Bambu untuk Pemisahan Monasit dari Tailing Penambangan Timah”. Ia mendalami teknik pengambilan logam tanah jarang di Indonesia, biar lebih efisien.
Baca juga: Maba UI Wajib Tahu! Hal Unik di 5 Fakultas UI yang Cuma Diketahui Orang Dalam
Dalam perjalanan studinya, tak selamanya berjalan mulus. Kendala fisik menjadi salah satu faktor hambatan yang dilaluinya. Bahkan, sebelum sidang promosi doktor, Wiwik sempat masuk rumah sakit karena kondisi kesehatannya.
Walaupun demikian, ia mengaku bahwa kuliah bisa membuat fisiknya lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Its.ac.id