Karim Family Foundation Scholarship (Instagram/@schoters.exchange)
INDOZONE.ID - Siapa bilang mimpi kuliah di luar negeri cuma buat mereka yang super kaya? Faktanya, banyak pelajar Indonesia yang berhasil masuk kampus top dunia lewat jalur beasiswa.
Salah satunya lewat Karim Family Foundation Scholarship, program beasiswa prestisius di Singapore Management University (SMU) yang ternyata didanai oleh keluarga asal Indonesia.
Baca juga: LPDP Siap Gandeng Kadin hingga Danantara buat Memastikan Penerima Beasiswa Masuk Industri
Beasiswa ini lahir dari inisiatif Bachtiar Karim dan Dewi Sukwanto, dua tokoh asal Indonesia yang dikenal lewat kiprahnya di dunia bisnis.
Bersama anak-anak mereka, Cindy dan Chayadi Karim yang juga alumni SMU. Mereka ingin membuka peluang bagi generasi muda Indonesia agar bisa menempuh pendidikan di luar negeri tanpa terbebani biaya kuliah.
Program ini resmi diluncurkan tahun 2022 dan langsung mencuri perhatian karena menjadi salah satu bentuk “alumni gift” terbesar untuk SMU, dengan nilai donasi awal mencapai 2 juta dolar Singapura.
Karim Family Scholarship diperuntukkan bagi mahasiswa program sarjana (S1) full time di SMU, dari jurusan apa pun. Target utamanya adalah WNI atau keturunan Indonesia yang memiliki semangat belajar tinggi tapi membutuhkan dukungan finansial.
Menariknya, beasiswa ini bukan cuma menanggung biaya kuliah penuh, tapi juga memberikan tunjangan hingga SGD 26.666 per tahun (sekitar Rp 320 juta), selama empat tahun studi.
Selain itu beasiswa ini bond free, artinya penerima gak diwajibkan bekerja kembali di instansi tertentu setelah lulus.
Dengan kata lain, mahasiswa penerima bebas menentukan arah karier mereka setelah tamat kuliah mau lanjut studi, kerja di perusahaan global, atau bahkan membangun startup sendiri.
Penerima beasiswa diprioritaskan bagi mereka yang berasal dari keluarga dengan penghasilan per kapita di bawah USD 2.500 per bulan (sekitar Rp 38 juta) dan memiliki prestasi akademik tinggi.
Harapannya, semakin banyak anak muda Indonesia yang bisa menembus universitas bergengsi di luar negeri tanpa terkendala biaya.
Lewat inisiatif ini, keluarga Karim memberi bantuan finansial dan menjadi contoh bagaimana alumni Indonesia bisa berkontribusi besar terhadap dunia pendidikan internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@schoters.exchange