Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Jumat, 17 OKTOBER 2025 • 14:02 WIB

'Future Form' FSRD ITB Pamerkan Desain Adaptif di Singapore Design Week: Saat Alam Jadi Inspirasi Masa Depan

Future Form FSRD ITB Pamerkan Desain Adaptif di Singapore Design Week: Saat Alam Jadi Inspirasi Masa DepanKarya-karya Futuristik Anak ITB (itb.ac.id)

INDOZONE.ID - Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) buktikan kalau desain masa depan bisa lahir dari alam, bukan cuma dari teknologi tinggi.

Mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB berhasil membuat gebrakan di ajang Singapore Design Week 2025 lewat pameran bertajuk “Future Form: Adaptive Craft for Speculative Dystopia.”

Baca juga: Smart Patch dari Kulit Bawang Merah: Inovasi Mahasiswa Unhas yang Potensial Menjadi Terobosan Kesehatan

Dengan konsep futuristik tapi berpijak pada alam, mereka berhasil memamerkan karya yang menggabungkan biomimikri (meniru sistem dan prinsip alam) dengan kerajinan tangan tradisional. 

Dari Alam untuk Alam

Proyek ini berangkat dari ide dasar tentang bagaimana kalau desain bisa belajar dari cara alam beradaptasi. Misalnya, daun yang bisa menggulung saat panas, atau kulit hewan yang menyesuaikan suhu tubuh. 

Konsep ini jadi inspirasi utama para mahasiswa ITB untuk menciptakan desain adaptif berbasis biomimikri. Mereka gak cuma pakai teknologi digital, tapi juga memanfaatkan bahan alami seperti rotan dan kayu bahan yang fleksibel, kuat, dan punya nilai budaya. 

Pendekatan ini menunjukkan kalau inovasi gak harus selalu bergantung pada mesin canggih justru, kearifan lokal bisa jadi fondasi untuk menciptakan desain masa depan yang lebih berkelanjutan.

Karya-karya Futuristik Anak ITB

Future Form FSRD ITB Pamerkan Desain Adaptif di Singapore Design Week: Saat Alam Jadi Inspirasi Masa DepanKarya-karya Futuristik (itb.ac.id)

Dalam pameran yang berlangsung di Institute of Contemporary Arts, Singapura, ada delapan karya yang dipamerkan tujuh dari mahasiswa dan satu dari dosen pembimbing. Diantaranya;

  • Thalassa karya Utami Fayyaza, dengan bentuk menyerupai organisme laut.
  • Bound karya Salma Azzahra, yang menonjolkan fleksibilitas bahan alami.
  • Releaf karya Saskia Kanita Wahyono, terinspirasi dari cara daun beradaptasi.
  • Orchidae, Fungie, dan BRNCL, yang menggabungkan tekstur alami dengan bentuk futuristik.
  • Hexatopus karya Dr. Bismo Jelantik Joyodiharjo, dosen pembimbing yang juga turut menampilkan hasil risetnya tentang bentuk dan sistem adaptif.

Setiap karya punya ciri khas sendiri, tapi semuanya mengandung satu pesan yang sama yaitu desain masa depan bukan cuma soal keindahan, tapi juga tentang bagaimana ia bisa “bertahan hidup” dalam dunia yang terus berubah.

Kolaborasi Global dan Proses Belajar

Proyek FSRD ITB ini berkolaborasi dengan LASALLE College of the Arts dan University of the Arts Singapore. Mahasiswa yang terlibat sebelumnya mengikuti mata kuliah Biomimicry Design di bawah bimbingan Dr. Bismo, sebelum akhirnya dikurasi untuk tampil di ajang internasional ini.

Lewat karya ini, mahasiswa ITB ingin menunjukkan kalau masa depan desain Indonesia bisa dibangun dengan pendekatan ramah lingkungan dan berakar dari tradisi.

Baca juga: Kulit Pisang Jadi Kulit Premium: Inovasi BINUS yang Bisa Ubah Industri Fashion

Dengan memadukan sains, seni, dan alam, mereka berhasil menghidupkan ide bahwa kerajinan tangan bisa menjadi jembatan menuju inovasi berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itb.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

'Future Form' FSRD ITB Pamerkan Desain Adaptif di Singapore Design Week: Saat Alam Jadi Inspirasi Masa Depan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!