Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Rabu, 31 DESEMBER 2025 • 12:29 WIB

UI dan UKIM Kolaborasi Hadirkan Sistem Peringatan Dini di Wilayah Pesisir Maluku

UI dan UKIM Kolaborasi Hadirkan Sistem Peringatan Dini di Wilayah Pesisir MalukuPihak FMIPA UI dan UKIM melakukan sosialisasi (ui.ac.id)

INDOZONE.ID - Gempa bumi di wilayah pesisir Maluku seakan jadi realitas yang membayangi kehidupan masyarakat. Risiko ini mendorong adanya kolaborasi lintas perguruan tinggi dengan menghadirkan teknologi peringatan dini.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) dan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) bekerja sama dengan memasang enam unit Earthquake Warning Alert System (EWAS) di Kabupaten Maluku Tengah.

Teknologi ini kembangkan untuk bantu masyarakat agar menerima peringatan dini gempa dengan cepat, jadi memiliki waktu untuk merespon dan mengurangi risiko.

Baca juga: Bangga! Mahasiswa UGM Bawa Pulang 5 Penghargaan dari Kompetisi Internasional di Malaysia

FMIPA UI berperan jadi perguruan tinggi pendamping dengan mengirimkan dosen Program Studi Geofisika dan Geologi, Dr. Eng. Supriyanto. Selain itu, FMIPA UI juga mengembangkan pendekatan pemberdayaan masyarakat supaya teknologi bisa dimanfaatkan lebih optimal.

“Pemasangan EWAS ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi dari perguruan tinggi dapat diterapkan secara langsung untuk keselamatan masyarakat,” ujar Supriyanto.

EWAS adalah sistem deteksi otomatis yang bisa memberikan peringatan dini gempa. Menurutnya, sistem ini akan berfungsi efektif jika diiringi dengan pemahaman masyarakat terkait cara kerja dan respons saat muncul peringatan.

Pemasangan EWAS dilakukan mencakup dua wilayah pesisir, yaitu Negeri Waai dan Pulau Nusalaut. Setiap lokasi dipasang tiga unit EWAS untuk upaya penguatan mitigasi berbasis teknologi.

Baca juga: Kerja Nyata Berbuah Prestasi! Layanan Keprotokolan UGM Raih Penghargaan di Kategori PTNBH

Kegiatan ini terdapat dua program pengabdian masyarakat, yang didukung pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). 

Program pertama yaitu Program Mahasiswa Berdampak Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (PM-BEM) UKIM di Pulau Nusalaut. Program ini diketuai oleh Vanny Leutualy, S.Kep., Ns., M.Kep.

Sedangkan program kedua yaitu Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2025, dengan fokus implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk desa pesisir tangguh bencana di Negeri Waai, diketuai oleh Joanna Cristy Patty.

Tak hanya memasang alat, kegiatan ini akan dilakukan pendampingan berkelanjutan. Tim FMIPA UI melakukan pendampingan supaya mudah mengoperasikan dan memanfaatkan sistem secara mandiri.

Baca juga: Bukan Sekadar Jauh dari Rumah! Inilah 7 Manfaat Merantau bagi Mahasiswa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ui.ac.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

UI dan UKIM Kolaborasi Hadirkan Sistem Peringatan Dini di Wilayah Pesisir Maluku

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!