Kategori Berita
KANAL
REGIONAL
Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 17:00 WIB

Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Sempro, Kompre, Semhas, dan Yudisium

Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Sempro, Kompre, Semhas, dan YudisiumIlustrasi mahasiswa sedang belajar menguasai materi sidang skripsi (freepik)

INDOZONE.ID - Mahasiswa semester akhir akan dipertemukan dengan sederet tahapan akademik yang harus dilalui, seperti Sempro, Kompre, Semhas, hingga Yudisium.

Tak sedikit mahasiswa semester akhir merasa bingung dengan banyaknya istilah akademik yang ada, hingga menganggap seluruh tahapan tersebut sebagai proses yang sama.

Lantas apa perbedaan Sempro, Kompre, Semhas, hingga Yudisium? Berikut penjelasannya.

Baca juga: Genap 10 Tahun, Binus School Bekasi Rayakan Perjalanan Prestasi Lewat BeeFest

Ujian Komprehensif (Kompre)

Pengertian Kompre

Ujian Komprehensif atau Kompre merupakan ujian yang dikemas untuk menguji seberapa mampu mahasiswa menguasai seluruh materi yang telah dipelajari selama di bangku perkuliahan.

Kapan mahasiswa melaksanakan Kompre?

Tiap kampus memiliki kebijakan yang berbeda kapan mahasiswanya harus melaksanakan Kompre. 

Beberapa kampus ada yang mewajibkan mahasiswanya untuk melaksanakan Kompre sebelum benar-benar mulai menyusun skripsi. Bahkan, ada juga kampus yang menaruh Kompre di akhir tahap perkuliahan.

Syarat Mengikuti Kompre

Beberapa kampus memilki aturan sendiri terkait syarat mengikuti Kompre, namun umumnya:

  • Telah menyelesaikan seluruh atau sebagian besar mata kuliah wajib.
  • Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal sesuai ketentuan kampus, misalnya ≥ 2,75 atau ≥ 3,00.
  • Lulus seluruh praktikum atau tugas akhir mata kuliah yang menjadi prasyarat.
  • Tidak memiliki tunggakan administrasi akademik.

Fungsi Kompre:

  • Mengukur penguasaan materi kuliah secara menyeluruh.
  • Memastikan mahasiswa siap menghadapi tahap penelitian.
  • Menjamin kompetensi akademik lulusan sesuai standar jurusan.

Baca juga: Soroti Isu Periodontal dan Ibu Hamil, Tim FKG UNAIR Raih Juara 1 HDSC 2025

Seminar Proposal (Sempro)

Pengertian Sempro

Pada tahapan ini, mahasiswa akan diarahkan untuk menunjukkan rencana penelitian skripsinya di hadapan para dosen penguji. Umumnya, materi yang dipresentasikan meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, tinjauan pustaka, dan metodologi yang akan digunakan.

Kapan mahasiswa melaksanakan Sempro?

Sempro biasa dilakukan di tahapan awal sebelum mahasiswa benar-benar masuk ke tahap penulisan skripsi yang lebih kompleks lagi.

Dosen pembimbing juga harus menyetujui proposal skripsi yang diajukan oleh mahasiswanya terlebih dahulu untuk melaksanakan Sempro.

Syarat mengikuti Sempro

  • Telah lulus mata kuliah Metodologi Penelitian.
  • Proposal skripsi telah diperiksa dan disetujui dosen pembimbing.
  • Sudah memenuhi jumlah SKS minimal yang ditentukan kampus (biasanya ≥ 100 SKS).
  • Tidak ada kendala administrasi atau keuangan.

Fungsi Sempro

  • Memastikan rencana penelitian memiliki landasan teori yang kuat.
  • Memastikan metodologi yang digunakan tepat dan sesuai bidang ilmu.
  • Menghindari kesalahan besar dalam penelitian yang bisa menghambat skripsi.

Baca juga: Curi Perhatian Juri, Dua Mahasiswa Ilmu Sejarah Unnes Berjaya di Ajang Pilmapres FISIP 2026

Seminar Hasil (Semhas)

Pengertian Semhas

Seminar Hasil merupakan tahapan ujian bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan penelitian skripsinya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Duniakampus.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Sempro, Kompre, Semhas, dan Yudisium

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!