Ilustrasi mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah (AI/Gemini)
INDOZONE.ID - Banyak orang mengira bahwa masuk ke Jurusan Ilmu Sejarah hanya soal menghafal. Padahal, jurusan ini mempelajari bagaimana segala sesuatu berubah dari waktu ke waktu melalui pola dan nilai yang terkandung di dalamnya.
Cakupan studinya sangat luas, mulai dari sejarah zaman kuno, seperti Mesir dan Yunani, hingga peristiwa modern di atas abad ke-20.
Kamu tidak hanya belajar tentang urutan kejadian, tetapi juga mendalami aspek politik, budaya, ekonomi, agama, dan sosial dari sebuah peristiwa.
Selama kuliah, mahasiswa akan bertemu dengan berbagai mata kuliah yang menarik dan spesifik. Beberapa di antaranya meliputi sejarah Indonesia, sejarah dunia, kebudayaan Indonesia, dan historiografi.
Selain itu, ada juga pembahasan yang lebih unik, seperti sejarah diplomasi, sejarah agraria, sejarah perkotaan, hingga sejarah militer indonesia.
Setelah menyelesaikan pendidikan jenjang Sarjana (S1), lulusan biasanya akan mendapatkan gelar Sarjana Humaniora (S.Hum).
Namun, ada juga yang menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) atau Sarjana Filsafat (S.Fil), tergantung dari masing-masing kebijakan kampusnya.
Jika ingin melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, tersedia gelar Magister Humaniora (M.Hum) untuk S2 dan Doktor (Dr.) untuk S3.
Berikut adalah 5 prospek kerja menjanjikan untuk lulusan Jurusan Ilmu Sejarah:
Cocok bagi lulusan yang ingin fokus di dunia akademis. Tugas utamanya adalah melakukan penelitian terhadap peristiwa masa lalu dan menuangkan hasilnya ke dalam jurnal ilmiah.
Menjadi pengamat sangat mengandalkan kemampuan riset, analisis, serta cara berpikir kritis untuk melihat pola dan nilai dalam sejarah.
Lulusan sejarah dibutuhkan oleh instansi pemerintahan untuk mengisi divisi yang mengelola warisan fisik masa lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ruangguru.com