CIMSA FK USK Gelar Program TUNTAS di Punge Jurong (usk.ac.id)
INDOZONE.ID - Mahasiswa Centre for Indonesian Medical Students' Activities (CIMSA), Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK), meluncurkan program TUNTAS (Tumbuh Tanpa Stunting).
Kegiatan yang berlangsung pada 12 April 2026 ini berpusat di Kantor Keuchik Desa Punge Jurong, Kota Banda Aceh.
Baca juga: Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UAD Kembangkan Olahan Lele Bernilai Gizi Tinggi
Program TUNTAS hadir sebagai solusi dari 12 kasus stunting yang ditemukan di lingkungan Desa Punge Jurong dan memerlukan perhatian serius.
Alih-alih hanya memberikan ceramah sesaat, mahasiswa FK USK merancang kegiatan ini sebagai proyek berkelanjutan yang melibatkan partisipasi aktif dari warga setempat.
Fokus utamanya adalah membekali ibu-ibu PKK dengan pengetahuan kesehatan yang akurat agar mereka dapat bertindak sebagai pendidik sebaya (peer educator) bagi warga lainnya.
Rafeyfa Alya Fuadri, selaku Local Public Health Officer CIMSA FK USK, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menekan angka stunting melalui pembentukan agen perubahan di tingkat desa.
Baca juga: Inovasi Mahasiswa USU Dongkrak Ekonomi Desa Cempa Lewat Inovasi Teknologi dan Ekonomi
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan program diukur melalui evaluasi pemahaman peserta menggunakan metode pre-test dan post-test.
Dengan melibatkan kader PKK, diharapkan informasi mengenai pencegahan stunting dapat tersebar secara lebih luas dan mandiri.
Kehadiran mahasiswa USK disambut dengan antusiasme tinggi oleh pemerintah desa. Budi Al Hadi, selaku Keuchik Gampong Punge Jurong, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi aktif mahasiswa dalam membenahi masalah kesehatan di wilayahnya.
“Melalui CIMSA ini, mereka memberikan edukasi kepada kader-kader di desa Punge Jurong untuk kemudian diteruskan kepada masyarakat dalam upaya mengatasi stunting,” ungkapnya.
Baca juga: Tingkatkan Keselamatan Kerja, UNS dan UKM Edukasi Pekerja Migran Perempuan Indonesia di Malaysia
Melalui gerakan TUNTAS, CIMSA FK USK berambisi untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Usk.ac.id