Rabu, 13 AGUSTUS 2025 • 14:05 WIB

Program Kewirausahaan Mahasiswa KKN Undip Jadi Wadah Lahirnya Jiwa Pengusaha Muda!

Author

Mahasiswa Undip memberikan workshop kewirausahaan 

INDOZONE.ID - Siapa bilang memulai bisnis membutuhkan banyak uang dan hanya bisa dilakukan saat sudah tua? 

Mahasiswa Universitas Diponegoro dari Kelompok 1 Tim KKN-T 118, kembali menyelenggarakan workshop pemberdayaan yang inovatif dan menarik bertajuk Young-preneurship in Action. 

“Strategi Pendidikan dan Partisipatif untuk Siswa SMA Al Fikri dalam Mengembangkan Produk Herbal Bernilai Ekonomi sebagai Inovasi untuk Deteksi Dini Sindrom Metabolik” menjadi fokus program yang merupakan salah satu dari beberapa kegiatan multidisiplin ini. 

Workshop berbeda dengan program pendidikan konvensional lainnya. Inisiatif ini mengintegrasikan taktik komunikasi pemasaran, pendidikan branding, dan pengalaman praktis dalam menciptakan konten digital serta mengelola media sosial.

Baca juga: Lawan Kantuk di Kelas Pagi! Ini Rahasia Tidur Nyenyak ala Ade Rai untuk Mahasiswa

Workshop menggunakan Herbal Shot sebagai komoditasnya. Herbal Shot merupakan produk herbal yang terbuat dari jahe, kunyit, wortel, dan seledri, yang sebelumnya diperkenalkan dalam program pendidikan gizi dan kesehatan. 

Pelaksanaan program dibagi menjadi dua agenda utama yang dirancang dalam bentuk pelatihan tematik dan workshop, yaitu Keterampilan Penjualan Unik dan Keterampilan Komunikasi.

Agenda pertama adalah sesi pelatihan Unique Selling Skills yang diadakan pada Senin, 28 Juli 2025. Agenda pertama ini khusus ditujukan untuk siswa kelas 11. 

Kezia Tirza Allen, mahasiswa Hubungan Internasional di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Undip, sebagai pemateri, menekankan pentingnya membangun nilai produk melalui visualisasi, narasi yang kuat, dan pemahaman tren pasar. 

Presentasi disampaikan dengan pendekatan komunikatif dan interaktif, sehingga mudah dipahami dan menarik minat siswa sejak awal materi.

Baca juga: Sutradara Film SORE Hadir di Hari Kedua MPKMB IPB 62, Yandy Laurens: “Do Not Follow Your Passion!”

Dalam sesi ini, siswa diharapkan untuk menguasai konsep dasar branding produk, penggunaan teknik fotografi dan videografi dasar, serta pengeditan poster dan katalog promosi menggunakan aplikasi Canva. 

Pelaksanaan agenda ini juga dilakukan melalui pembagian tim kerja. Tim konten dan publikasi bertanggung jawab atas fotografi dan videografi produk, sedangkan tim editing menangani poster dan katalog. 

Siswa memainkan peran kunci dalam proses produksi branding digital untuk produk Herbal Shot. 

Siswa didorong untuk menggunakan peralatan dan bahan sederhana untuk menghasilkan ide dan konsep unik, yang kemudian mereka implementasikan melalui praktik langsung.

Pada sesi awal, tim fotografi memandu siswa dalam pengambilan gambar produk Herbal Shot hasil kreasi mereka sendiri. 

Baca juga: Mahasiswa Art & Design, Ini Dia 10 Kampus Dunia dan Prospek Kerja Kerennya!

Dengan memanfaatkan peralatan sederhana seperti kamera digital, kamera ponsel,dan pencahayaan alami, siswa diajarkan prinsip dasar visualisasi produk, mulai dari penentuan sudut pengambilan gambar, komposisi latar, hingga pencahayaan yang mampu memperkuat daya tarik produk secara estetis. 

Proses ini tidak hanya mengajarkan aspek teknis fotografi, tetapi juga memperkenalkan pentingnya citra visual dalam strategi pemasaran.

Hasil foto yang telah diambil kemudian diproses pada sesi berikutnya oleh tim desain poster dan katalog. 

Menggunakan platform Canva, siswa belajar menyusun layout poster promosi dan katalog produk yang informatif, menarik, dan komunikatif. 

Baca juga: Mahasiswa UNPAD Selesaikan S2 dan S3 Dalam Waktu 3 Tahun, Dapat Beasiswa dan Raih IPK 4

Mereka dilatih untuk memilih warna, font, dan susunan elemen visual yang dapat memperkuat identitas brand Herbal Shot tanpa menghilangkan kesan profesional. 

Dalam proses ini, siswa juga diberi pemahaman tentang pentingnya keselarasan antara pesan visual dan identitas produk agar materi promosi dapat diterima dengan baik oleh target konsumen.

Selanjutnya, para siswa dilibatkan dalam pembuatan konten video promosi berbasis narasi (storytelling) dengan konsep yang mereka kembangkan sendiri. 

Dalam kegiatan ini, siswa berperan sebagai aktor dan tim kreatif yang bertanggung jawab atas ide cerita, penyusunan skrip, pengambilan gambar, hingga pengenalan platform media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai saluran distribusi. 

Baca juga: Mahasiswa Unimal Berhasil Raih Juara Nasional GLN Kemdikdasmen

Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar teknis produksi konten, tetapi juga memahami bagaimana menyampaikan nilai dan keunggulan produk secara menarik dan persuasif kepada audiens digital.

Setelah siswa dan siswi melakukan kegiatan dan proses branding produk, secara bergantian, setiap tim diminta untuk menunjukkan dan mempresentasikan hasil dari praktik yang telah dilakukan. 

Suasana kelas berubah menjadi ruang ide bisnis yang sesungguhnya. Siswa menjelaskan gagasan desain mereka, narasi yang digunakan, dan target pasar yang disasar. 

Mahasiswa KKN bertindak sebagai mentor sekaligus audiens yang mengapresiasi hasil karya tersebut. 

Karya yang dihasilkan tetap mengimplementasikan teknik dan materi yang sebelumnya telah dibagikan.

Baca juga: Waspada Hoaks! KKN-T Tim 33 Undip Latih Pelaku UMKM Gempolsewu jadi Mitra yang Siaga Informasi

Pada pertemuan kedua yang dilaksanakan di hari Rabu, 30 Juli 2025, program “Young-preneurship in action”, dilanjutkan dengan agenda Communication Skills yang ditujukan bagi siswa kelas 12.

Kegiatan ini difokuskan pada penguatan keterampilan komunikasi promosi, pemasaran produk, serta simulasi penjualan melalui role play. 

Dalam sesi ini, siswa diajak untuk memahami teknik persuasi, cara menyampaikan keunggulan produk, serta bagaimana menghadapi calon pembeli secara langsung dengan bahasa yang meyakinkan. 

Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengasah kemampuan public speaking siswa sekaligus membangun rasa percaya diri sebagai calon pelaku usaha.

Pada sesi ini, para siswa MA Al-Fikri diberikan kesempatan untuk mengembangkan ide usaha mandiri melalui diskusi kelompok dan penyusunan strategi bisnis sederhana. 

Baca juga: Cegah Diabetes Melitus, Mahasiswa Gelar Pelatihan Pengolahan Daun Kelor dan Edukasi Latihan Fisik Ringan

Setiap kelompok diminta untuk merancang konsep usaha sesuai dengan minat dan kreativitas masing-masing. 

Kemudian mereka melakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengenali potensi dan tantangan dari ide bisnis yang mereka pilih. 

Kemudian, siswa melanjutkan dengan penyusunan action plan yang mencakup langkah-langkah konkret dalam mewujudkan usaha tersebut, mulai dari perencanaan produk, strategi promosi, hingga pengelolaan keuangan sederhana. 

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih siswa berpikir strategis, bekerja secara kolaboratif, serta memahami proses perencanaan bisnis secara aplikatif sejak dini.

Setelah melalui proses diskusi dan perancangan strategi bisnis, masing-masing kelompok siswa MA Al-Fikri mempresentasikan hasil analisis SWOT serta action plan dari ide usaha yang telah mereka susun. 

Baca juga: Mahasiswa KKN-T UNDIP Ajak Siswa SD Sriwulan 1 Belajar Kelola Sampah dengan Prinsip 3R

Dalam sesi ini, setiap kelompok menjelaskan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari bisnis yang mereka rancang, disertai dengan langkah-langkah strategis yang akan diambil untuk mewujudkan ide tersebut secara nyata. 

Presentasi dilakukan di hadapan rekan siswa lainnya serta tim KKN, yang sekaligus memberikan masukan dan apresiasi terhadap kreativitas serta ketajaman strategi yang disusun. 

Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi siswa untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum, mempertanggungjawabkan ide mereka, serta belajar menerima umpan balik secara konstruktif dalam konteks kewirausahaan.

Sebagai puncak dari rangkaian program Young-preneurship in Action, para siswa MA Al-Fikri terlibat langsung dalam kegiatan praktik promosi dan pemasaran produk. 

Baca juga: Bukan Kafe Biasa! Di FEB UGM, Bisa Ngopi Sambil Belajar Jadi Pengusaha

Simulasi penjualan (roleplay) dilakukan di area Car Free Day (CFD) Sikatak UNDIP, Tembalang, pada Sabtu, 3 Agustus 2025. 

Dalam kegiatan ini, siswa secara aktif mempraktikkan keterampilan komunikasi dan strategi promosi yang telah dipelajari sebelumnya, dengan menjajakan produk Herbal Shot kepada pengunjung CFD. 

Mereka tidak hanya mengenalkan manfaat produk secara persuasif, tetapi juga menampilkan desain katalog, poster promosi, dan video singkat yang sebelumnya telah mereka produksi. 

Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam menghadapi konsumen langsung, sekaligus menjadi ajang untuk menguji kepercayaan diri, keterampilan berbicara, dan kerja tim dalam suasana pasar yang sesungguhnya. 

Keikutsertaan dalam CFD ini menjadi bukti nyata bahwa pelatihan kewirausahaan yang diberikan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan secara langsung dan berdampak. 

Baca juga: Mahasiswa Undip Sosialisasikan Pengolahan Limbah Ternak di Rusun Kaligawe

Grafik peningkatan pengetahuan menunjukkan tren positif setelah para siswa MA Al-Fikri mengikuti rangkaian pelatihan dalam program multidisiplin Young-preneurship in Action. 

Hal ini terlihat dari peningkatan skor yang cukup signifikan dari pretest ke posttest. 

Melalui program ini, mahasiswa UNDIP membuktikan bahwa proses pembelajaran bisa dibuat menyenangkan, relevan, dan penuh dampak. 

Edukasi kewirausahaan yang dikemas secara aplikatif dan kreatif bukan hanya mampu menarik perhatian siswa, tetapi juga mendorong mereka menjadi pelaku ekonomi yang cerdas dan inovatif. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU