INDOZONE.ID - Siapa yang khawatir kalau kamu fokus ke akademik, jadi gak bisa ngikutin kegiatan non akademik? atau bahkan sebaliknya.
Banyak mahasiswa yang merasa khawatir, kalau ikut kegiatan non akademik bisa mengganggu perkuliahan. Pada akhirnya, banyak di antara mereka yang kuliah hanya sekadar masuk kelas.
Padahal, pengalaman non akademik atau di luar kelas itu juga penting banget. Kamu bisa mendapatkan pengalaman baru, teman atau relasi baru, bahkan gak jarang bisa mendapatkan jalan karier yang baru.
Oleh karena itu, perjalanan akademik sudah seharusnya diimbangi dengan non akademik, seperti kisah dari salah satu peserta Clash of Champions (CoC), yaitu Rafael David.
Baca juga: 3 Organisasi Mahasiswa yang Terkenal Solid, Merayakan Kemerdekaan dengan Refleksi Nilai Kekeluargaan
Profil Rafael David
Rafael David Santoso merupakan mahasiswa Teknik Kimia, Universitas Gadjah Mada angkatan 2021. Rafael adalah orang yang aktif di bidang non akademik, karena ketertarikannya di bidang olahraga.
Namun, keaktifan Rafael di non akademik tidak menghalangi prestasinya secara akademik. Rafael bahkan lolos mengikuti program pertukaran pelajar IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards) di University of Siena, Italia.
Baca juga: Mahasiswa KKN Undip Edukasi Petani Dukuh Kupo Soal POC dan Pestisida Nabati
Berprestasi di Bidang Non Akademik
Ketertarikan Rafael di bidang olahraga membuatnya berlatih sungguh-sungguh. Gak tanggung-tanggung, ia berhasil mendapat banyak prestasi sebagai atlet basket.
Rafael berhasil meraih Juara 4 Kejurnas Bola Basket U-14 2017 Tingkat Nasional sebagai kapten tim dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Memang ya, jiwa leadership-nya sudah terbentuk sejak lama.
Baca juga: Tingkatkan Minat Baca, Mahasiswa KKN-T IDBU 16 Bangun Pojok Literasi Untuk Siswa di Desa Blacanan
Selain itu, Rafael berhasil mendapat Medali Emas Universitas Gadjah Mada Basketball Championship PORSENIGAMA UGM 2023.
Bukan cuma itu aja, Rafael juga pernah menjadi Runner-Up Marketeers Innovation Challenge (MIC) Season 2 pada tingkat Nasional.
“Aku pengen mewakili semua atlet di luar sana, kita nggak kalah pintar, loh! jangan minder. Kekuatan motorik kita justru bisa jadi modal buat belajar lebih efektif," ujarnya.
Selain itu, Rafael juga pernah menjadi Presiden Organisasi Tanoto Scholars Association UGM.
Baca juga: Hidup Bersih dan Gigi Sehat: Mahasiswa Undip Beri Edukasi Kesehatan ke Anak-Anak di Rusun Kaligawe
Tips Bagi Waktu ala Rafael
Di tengah jadwal yang padat, pastinya harus mengatur waktu dengan baik. Rafael juga mengatur waktu dengan beberapa tools, seperti planner atau google calendar.
Selain itu, alarm dan sticky notes juga jadi senjata untuk mengingat tugas, jadi gak kelewat dari deadline. Rafael menulis semua kegiatan dalam setiap minggunya, mulai dari kuliah, latihan basket, dan organisasi.
Baca juga: Awal Perjalanan Ilmu, Iman, dan Karakter di UPH Festival 2025
“Selain itu, aku juga sering pasang alarm untuk bantu ingatkan jadwal harian, serta sticky notes di laptop/HP biar bisa inget terus ada deadline apa yang paling dekat untuk aku kerjakan,” katanya.
Ia juga menggunakan matrix, mana yang harus dikerjakan lebih dulu, dan mana yang bisa dijadwalkan ulang.
Wah, keren banget ya. Walaupun banyak kegiatan tapi tetap bisa mengatur waktu dengan baik dan gak meninggalkan tanggung jawabnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@duniakampusid, Ruangguru.com