INDOZONE.ID - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak dengan menghadirkan inovasi berkelanjutan di Kampung Tematik, Kota Probolinggo. Salah satu program unggulan yang mereka jalankan adalah pembuatan “DIY Bank Sampah” sebagai upaya meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah.
Program ini bertujuan membantu warga memilah sampah sesuai jenisnya, seperti plastik, logam, dan kardus. Kegiatan berlangsung selama dua minggu, sejak 22 Juli hingga 4 Agustus 2025, di RT 06 RW 08 Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih.
Antusias Warga dan Dukungan Pemerintah
Partisipasi warga Kampung Tematik sangat positif. Sedikitnya delapan orang warga laki-laki turut membantu proses pembangunan, mulai dari memalu, memahat, memotong kayu, hingga memasang jaring kawat. Kebersamaan ini membuat suasana semakin hangat dan mempererat hubungan antara mahasiswa dengan masyarakat.
Dukungan juga datang dari Lurah Sumbertaman, Mohammad Yusup, S.E., MAP. Ia menilai program mahasiswa UMM membawa dampak baik, apalagi Kampung Tematik dikenal sering meraih penghargaan lingkungan tingkat kota.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Ketua RT 06, Itot Dirman Siswanto, yang mengapresiasi ide mahasiswa.
“Saya bersyukur mahasiswa UMM berinovasi dengan baik. Bank Sampah ini membuat warga semakin sadar pentingnya memilah sampah, mulai dari plastik, logam, hingga kardus,” ujarnya.
Edukasi dan Praktik Pembuatan Eco Enzyme
Selain program Bank Sampah, mahasiswa juga mengadakan sosialisasi dan praktik pembuatan eco enzyme cairan serbaguna ramah lingkungan yang berasal dari fermentasi kulit buah, gula merah, dan air. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari ketujuh KKN, pukul 09.00–11.00 WIB, diikuti oleh 12 peserta yang terdiri dari Ketua RT serta warga sekitar.
Eco enzyme memiliki banyak manfaat, di antaranya sebagai pembersih alami, pupuk cair, pengusir hama tanaman, hingga membantu memperbaiki kualitas air. Di Kampung Tematik, cairan ini juga direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai pupuk bagi kebun sayur warga maupun biopori.
Dalam kegiatan ini, warga tidak hanya menerima materi tetapi juga langsung mempraktikkan cara pembuatannya. Mereka belajar menimbang bahan, mencampurkannya dalam wadah, serta memahami proses fermentasi yang memerlukan waktu sekitar tiga bulan. Tips praktis juga dibagikan agar warga bisa mengatasi kendala seperti bau menyengat atau munculnya jamur.
Antusiasme warga begitu terasa. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, bahkan berencana memproduksi eco enzyme secara mandiri di rumah.
Baca juga: Mahasiswa KKN-T UNDIP Ajak Siswa SD Sriwulan 1 Belajar Kelola Sampah dengan Prinsip 3R
Dampak Positif dan Harapan ke Depan
Melalui program “DIY Bank Sampah” dan edukasi eco enzyme ini, mahasiswa UMM berharap pengetahuan yang ditanamkan tidak hanya berhenti setelah KKN berakhir, tetapi terus berkembang di masyarakat.
Inovasi sederhana ini menjadi bukti bahwa edukasi lingkungan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif, mengurangi limbah rumah tangga, serta menciptakan pola hidup berkelanjutan yang membawa perubahan positif bagi komunitas Kampung Tematik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung