Mahasiswa KKN-T IDBU 23 UNDIP Terapkan 5S dan K3, UMKM Desa Tedunan Kini Lebih Efisien dan Sehat!
INDOZONE.ID - Peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat kembali terbukti lewat program inovatif Kelompok Multidisiplin 3 KKN-T IDBU 23 Universitas Diponegoro (UNDIP). Mengusung tema “Penguatan UMKM Melalui Kewirausahaan Sosial Berbasis Digitalisasi dan Efisiensi di Desa Tedunan”, salah satu inisiatif datang dari Calvin Julio Ardiansyah, mahasiswa Teknik Industri, dengan program “Penerapan 5S & K3 pada Area Dapur UMKM”.
Program ini menyasar dua UMKM lokal, yaitu Aira Collection milik Ibu Eka (fashion tenun) dan Ramoe Jahe Segar milik Ibu Ni’mah (minuman herbal khas Demak). Meski berbeda bidang, keduanya menghadapi masalah serupa yaitu ruang kerja terbatas dan sistem pengelolaan yang belum optimal.
Calvin bersama tim kemudian menerapkan prinsip 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk menata ulang gudang Aira Collection dan memperbaiki sirkulasi udara dapur produksi Ramoe Jahe Segar.
Baca juga: Pujasera Tulus Harapan Kini Punya Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat
Dari Gudang Berantakan hingga Dapur Pengap
Hasil observasi lapangan menemukan gudang Aira Collection masih berantakan. Tumpukan kain disimpan tanpa sistem, membuat aktivitas produksi terhambat. Sementara itu, dapur produksi Ramoe Jahe Segar relatif lebih tertata, tetapi minim sirkulasi udara sehingga ruangan cepat pengap saat proses perebusan rempah berlangsung.
Dua Hari Menata Gudang, Sehari Pasang Exhaust
Aira Collection (2–3 Agustus 2025)
- Seiri: Memilah barang lama dan sisa produksi.
- Seiton: Menata ulang kain berdasarkan jenis, corak, dan warna.
- Seiso: Membersihkan debu dan kotoran.
- Seiketsu: Menambahkan sistem labeling.
- Shitsuke: Memberikan arahan agar kebiasaan menjaga kerapian terus dijalankan.
Proses penataan memakan waktu dua hari hingga gudang berubah lebih lapang, rapi, dan efisien.
Ramoe Jahe Segar (5 Agustus 2025)
Tim memasang exhaust di dapur produksi untuk memperbaiki sirkulasi udara. Hasilnya langsung terasa, ruangan lebih sejuk, pekerja lebih nyaman, dan produktivitas meningkat.
Hasil Nyata: Produksi Lebih Rapi, Cepat, dan Sehat
Ibu Eka, pemilik Aira Collection, mengaku sangat terbantu. “Dengan warehouse rapi seperti ini, saya lebih mudah menemukan barang. Produksi jadi lebih cepat dan efisien,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Ibu Ni’mah dari Ramoe Jahe Segar. “Setelah exhaust dipasang, dapur jadi nggak pengap. Masak dan produksi terasa lebih nyaman,” katanya.
Lebih dari sekadar perubahan fisik, kedua UMKM kini punya kebiasaan kerja baru yaitu lebih tertib, sehat, dan efisien.
Baca juga: Lewat Website dan Sosial Media, Mahasiswa Undip Bangun Digital Branding Batik Arum Cempaka
Dilirik Dinas Perekonomian Demak
Keberhasilan program ini tak hanya dirasakan pelaku UMKM, tapi juga menarik perhatian Dinas Perekonomian Kabupaten Demak. Konsep 5S dan K3 dinilai sebagai terobosan sederhana namun efektif untuk meningkatkan kualitas produksi dan kenyamanan kerja.
Pihak dinas berharap program ini dapat direplikasi ke UMKM lain di Demak sebagai model percontohan. Dengan sistem kerja lebih tertata, bersih, dan aman, UMKM lokal diharapkan bisa naik kelas serta siap bersaing di pasar regional maupun nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung