INDOZONE.ID - Buat seorang mahasiswa tidak cuma dituntut untuk bagus dalam nilai akademik saja, tapi juga harus mencari pengalaman di luar ruang kuliah. Cara ini untuk menunjang perjalanan karier, termasuk untuk lulus.
Pengalaman di luar kelas ini, bisa jadi pendorong untuk bisa bersaing di dunia kerja. Kamu bisa mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari organisasi, kepanitiaan, atau bahkan relawan. Tapi, tidak cuma itu, kamu juga bisa ikut magang atau freelance.
Magang atau freelance ini sebenarnya bisa jadi nilai lebih, karena kamu akan sedikit membuka pengetahuan di dunia kerja. Kamu juga akan mendapatkan pengalaman sebagai pekerja meski belum sepenuhnya profesional.
Namun, apakah kamu kepikiran untuk magang atau freelance terlebih dahulu untuk mencari pengalaman?. Sebelum itu, wajib tahu dulu nih apa yang membedakan keduanya.
Baca juga: Dulunya Anak Kos ITB! Adhiguna Kuncoro, Ilmuwan Indonesia di Balik Google Gemini
Apa sih Magang dan Freelance?
Magang
Magang merupakan sebuah program yang biasanya ditawarkan perusahaan, pemerintah, atau swasta, dengan tujuan memberikan kesempatan buat mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja.
Magang memberikan pengalaman untuk mahasiswa, termasuk memperkaya CV dan portofolio. Melalui magang, mahasiswa jadi tidak kaget ketika bekerja secara profesional. Sebab, mereka sudah lebih familiar dalam lingkungan kerja ketimbang yang tidak melakukannya.
Baca juga: Dulunya Anak Kos ITB! Adhiguna Kuncoro, Ilmuwan Indonesia di Balik Google Gemini
Freelance
Freelance merupakan pekerja lepas yang tidak terikat sama perusahaan tertentu. Alhasil, mahasiswa bebas mengatur kerjanya secara fleksibel, tapi tetap harus selesai.
Pekerjaan freelance ini bervariasi, mulai dari penulis, editor, fotografer, dan lain sebagainya. Biasanya, mahasiswa mendapatkan honor berupa uang atas kerja yang telah dilakukannya.
Baca juga: Reality Check: 8 Hal yang Bikin Melongo saat Baru Masuk Kuliah
Perbedaan Magang dan Freelance
Struktur Kerja
Magang : Biasanya memiliki mentor dan SOP yang jelas.
Freelance : Atur jadwal sendiri dan mandiri.
Baca juga: Keren! Mahasiswa ITS Ciptakan RoboGO, Robot Pintar untuk Deteksi Sumbatan Saluran Bawah Tanah
Konversi SKS
Magang : Bisa dikonversi ke dalam SKS.
Freelance : Tidak bisa dikonversi SKS.
Waktu Kerja
Magang : Sesuai jam kantor pada umumnya.
Freelance : lebih fleksibel.
Baca juga: Lulus Jalur Skripsi atau Publikasi: Apa Sih Bedanya? Mana yang Lebih Mudah
Penghasilan
Magang : Uang saku tetap, biasanya ada tambahan bonus.
Freelance : Biasanya honor diberikan per proyek.
Manfaat Lain
Magang : Biasanya dapat sertifikat dan peluang jadi pegawai.
Freelance : Portofolio banyak dan relasi klien luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Soniedu.ac.id, Kopma.ugm.ac.id