Selasa, 16 SEPTEMBER 2025 • 11:44 WIB

Devon Kei Enzo, Kader Pancasila yang Kini Jadi Mahasiswa Tahun Kedua di Usia 15 Tahun

Author

Devon Kei Enzo di University of Melbourne (Instagram/@mischkadevon)

INDOZONE.ID - Devon Kei Enzo, bukan baru masuk kuliah di usia 15 tahun, tapi malah sudah menjadi mahasiswa tahun kedua di University of Melbourne.

Pencapaiannya ini bukan kaleng-kaleng. Segudang prestasi membuatnya mampu mempercepat masa pendidikannya hingga 3 tahun. Artinya, Devon akan menyelesaikan studinya pada 2027 mendatang di kampus top No. 1 di Australia.

Baca juga: Kisah Alim Anggono, Rektor Termuda di Indonesia yang Mendirikan Universitas di Usia 26 Tahun

Menariknya bukan hanya University of Melbourne, Devon juga sempat mendapatkan tawaran studi dari program beasiswa bergengsi Dalyell Scholars yang dibuka oleh University of Sydney. Program bergengsi yang dikenal hanya diberikan kepada mahasiswa berprestasi akademik luar biasa saja. 

Keberhasilannya mendapatkan kesempatan jalur studi ini bukan datang tiba-tiba. Ada jejak prestasi panjang yang ia anyam perlahan sejak usia belia di belakangnya.

Baca juga: Kisah Cemerlang Almas Prakasa, Raih Doktor di Usia 25 Tahun Sampai Punya 35 Publikasi Bereputasi

Jejak Prestasi Devon

Nama lengkapnya, Devon Kei Enzo, sering melekat bersama panggilan Mischka-Devon, kakak beradik berprestasi yang bahkan diakui sebagai:

  • Kader Bela Negara oleh Kementerian Pertahanan RI
  • Ikon Prestasi Pancasila oleh BPIP RI
  • Tokoh Muda Inspiratif oleh Kementerian Pemuda & Olahraga RI

Baca juga: Kisah Mutiara Anindyana, Mahasiswi UGM yang Ikut Akselerasi Sejak SD dan SMP: Lulus S1 di Usia 19 Tahun

Sejak kecil, keduanya dikenal sebagai kakak beradik yang aktif berprestasi sekaligus menjalankan program sosial “Sejuta Impian #IndonesiaBerprestasi.”

Prestasi mereka pun tak main-main. Pada 17 Desember 2021, keduanya menerima penghargaan Rekor MURI sebagai “Kakak-beradik pemenang medali Olimpiade Matematika dan Sains Internasional terbanyak dalam satu tahun.”

Capaian MURI itu diraih berkat prestasi yang terkumpul sepanjang 2021, dengan total 40 medali internasional.

Baca juga: Lulus S1 Hukum UGM di Usia 20 Tahun, Oi Jadi Wisudawan Termuda

Dari Matematika ke Hukum

Meski kini Devon menekuni bidang hukum, ternyata awalnya ia sangat mencintai matematika. Tapi ketertarikannya pada bidang hukum dan bisnis muncul sejak terekpos dengan dunia bisnis saat menjalani program di AS. 

Inilah yang membuatnya mendalami studi di jurusan International Business and Commercial Law di University  of Melbourne.

Baca juga: Dr Grandprix, Dosen Muda ITB Asal NTT yang Hasil Risetnya di Akui Harvard, Standford, dan Elsevier

Menyandang banyak penghargaan dan pencapaian akademik tak membuatnya besar kepala. Dalam hidupnya, Devon selalu berpegang pada prinsip: selalu rendah hati, perseverance (tekun), dan gratitude (rasa syukur). Menurutnya, itulah yang mengubah potensi diri menjadi tujuan hidup.

Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini dan semua yang sudah mendukung saya selama perjalanan ini. Australia is a second home to me. I was born here and returning here to study is a blessing. I will always carry Indonesia in my heart, and remain thankful for every chance I had to learn and grow,” ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram/@mischkadevon

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU