Minggu, 21 SEPTEMBER 2025 • 11:06 WIB

Sosok Niam UNDIP: Aktivis Seribu Prestasi yang Siap Pimpin PMII Semarang

Author

Muhammad Ainin Niam. (Foto: ZCreators @Aulia Faradiva)

INDOZONE.ID - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Semarang bakal punya “warna baru”. Setelah sempat absen di konferensi cabang sebelumnya,

Universitas Diponegoro (UNDIP) akhirnya kembali mengusung kader terbaiknya. Nama yang maju adalah Muhammad Ainin Niam, mahasiswa Fakultas Hukum UNDIP yang dikenal aktif, berprestasi, dan penuh gagasan progresif.

Baca juga: Future Leader Fellowship Chapter Diponegoro 2025: Siapkan Calon Pemimpin Bangsa dari Kampus

Kader UNDIP Kembali Ambil Peran

Kembalinya UNDIP dalam bursa kepemimpinan PMII Cabang Semarang jelas bukan hal kecil.

Dengan basis lebih dari 1.000 kader PMII UNDIP dan hampir 10.000 kader di Kota Semarang, langkah ini diharapkan bisa jadi energi baru buat pergerakan mahasiswa Islam di kota ini.

Kehadiran Niam bukan cuma simbol, tapi juga jadi representasi bahwa UNDIP masih jadi salah satu motor penting dalam tubuh PMII. 

Aktivis dengan Rekam Jejak Panjang

Niam udah “kenal” organisasi sejak lama. Dari bangku MTs sampai MA Tajul Ulum, dia aktif memimpin LPS Kristal sebagai Pimpinan Redaksi. Dari situ, minatnya pada literasi dan kepemimpinan makin terasah.

Masuk UNDIP, kiprahnya makin terlihat jelas. Ia pernah menjabat sebagai:

  1. Ketua Ikatan Mahasiswa Demak UNDIP
  2. Ketua Bidang Sosial Politik PMII Rayon Satjipto Rahardjo
  3. Wakil Ketua 3 PMII Komisariat Diponegoro
  4. Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Ikatan Mahasiswa Demak
  5. Selain itu, ia juga aktif di Ikatan Penulis Mahasiswa Hukum Indonesia. Semua perjalanan ini bikin Niam punya rekam jejak panjang yang membuktikan konsistensinya.

“Organisasi bagi saya bukan sekadar tempat berkumpul, tapi wadah untuk melahirkan gagasan dan kerja nyata.PMII harus hadir dengan program yang menjawab kebutuhan kader dan masyarakat,” kata Niam.

Baca juga: Seruan Damai dari Undip: Rektor, Dosen, dan Mahasiswa Bersatu untuk Indonesia yang Bermartabat

Muhammad Ainin Niam. (Foto: ZCreators @Aulia Faradiva)

Prestasi Akademik dan Profesional

Selain aktif di organisasi, Niam juga punya pengalaman profesional. Ia pernah ikut program MSIB Kemendikbud di PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan bergabung di Tim Rekam Sidang KPK. Pengalaman ini bikin dia makin paham soal integritas dan tata kelola lembaga besar.

Di dunia akademik, prestasinya enggak main-main. Ia menulis jurnal internasional Q3 di International Journal of Environment and Sustainable Development (Swiss) dan jadi presenter di International Conference of Law and Governance UNAIR 2023.

Soal lomba, deretan prestasinya juga panjang:

  1. Juara 1 LKTI Nasional FASIH Law Fair UIN SATU (2022)
  2. Juara 2 Debat Hukum Nasional Universitas Tanjungpura (2022)
  3. Juara 1 Business Plan Competition Fakultas Hukum UNDIP (2021)

Kombinasi intelektualitas, skill debat, dan pengalaman praktis bikin Niam layak disebut aktivis seribu prestasi.

Enam Gagasan Progresif

Enggak sekadar maju sebagai calon, Niam bawa enam program unggulan:

  1. Pranatacara Digital – database kader modern.
  2. PMII Academic Circle – wadah karya ilmiah kader.
  3. PMII Reborn – revitalisasi komisariat yang mati.
  4. Advokasi Kagem Rakyat – menghadirkan layanan advokasi langsung.
  5. Karir Mabrur – career coaching dan job matching.
  6. Semarang Movement Hub – branding sekretariat cabang jadi co-working space.

“Program-program ini lahir dari kebutuhan kader sekaligus tantangan zaman. PMII Semarang harus jadi rumah kaderisasi yang kuat, pusat intelektualitas, sekaligus motor advokasi untuk rakyat,” tegasnya.

Baca juga: Wujud Refleksi Sejarah untuk Masa Depan: FIB UNDIP Sukses Gelar Seminar Nasional 2 Abad Perang Diponegoro

Muhammad Ainin Niam. (Foto: ZCreators @Aulia Faradiva)

Menuju PMII yang Progresif

Dengan rekam jejak akademik, organisasi, dan prestasi nasional hingga internasional, Niam dianggap punya kapasitas untuk jadi nahkoda baru PMII Cabang Semarang.

Visi dan gagasan yang ia tawarkan dinilai relevan dengan era digital dan kebutuhan nyata kader.

Harapannya, dengan kepemimpinan yang progresif, PMII Semarang bisa makin adaptif, modern, dan dekat dengan masyarakat.

Bukan cuma nostalgia pergerakan, tapi benar-benar hadir sebagai pusat intelektualitas dan advokasi mahasiswa Islam di Semarang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU