Kisah Dr. Hema Sane: Botanist Pengajar di Kampus Abasaheb Garware College yang Hidup Tanpa Listrik
INDOZONE.ID - Dr. Hema Sane, seorang botanist senior dan pendidik lingkungan ternama di Abasaheb Garware College, yang hidup tanpa listrik dan memilih menyatu dengan alam.
Ia terkenal karena kontribusinya dalam dunia botani dan penulisan ilmiah, juga karena bagaimana ia memilih gaya hidup yang sangat sederhana.
Baca juga: Kisah Dr. Nadhira Nuraini Afifa, Dari Depok ke Podium Wisuda Harvard
Hidup tanpa listrik di rumahnya, di tengah kota Pune. Ini gak hanya soal mematikan alat listrik, ini tentang bagaimana seseorang menjadikan komitmen terhadap alam dan penelitian sebagai cara hidup.
Hidup Sederhana yang Berakar dari Prinsip
Dr. Sane lahir pada 13 Maret 1940. Ia pensiun sebagai Ketua Departemen Botani di Abasaheb Garware College dan meninggal pada 19 September 2025 di usia 85 tahun.
Namun, jauh sebelum pensiun, ia sudah memilih untuk menjalani hidup tanpa fasilitas modern seperti televisi, lemari es, atau peralatan listrik lainnya di rumahnya.
Rumahnya, sebuah wada tradisional di Budhwar Peth dekat kuil Tambadi Jogeshwari di Pune, menjadi tempat tinggalnya selama bertahun-tahun.
Untuk penerangan, ia mengandalkan lampu solar dan radio. Untuk kebutuhan sehari-hari, ia menggunakan air sumur dan mempertahankan kebiasaan hidup yang ramah alam. Penolakan terhadap kenyamanan modern bukan karena kekurangan, tetapi pilihan.
Ia pernah mengatakan bahwa manusia harus cukup dengan kebutuhan dasar tempat tinggal dan makanan dan bahwa listrik dan alat-alat modern adalah tambahan yang bisa dipilih tetapi tidak mendefinisikan kehidupan bermakna. Ia juga hidup dikelilingi buku-bukunya.
Ada lebih dari 30 buku yang ia tulis dengan tangan, tentang botani, lingkungan, sejarah, dan budaya. Beberapa karya terkenalnya termasuk Medicinal Plants, Plant Morphology and Anatomy, Pune Parisaratil Durmil Vriksha, dan Devanampriya Priyadasi Ranyo Ashok.
Selain itu, ia membimbing banyak mahasiswa PhD selama kariernya.
Warisan Ilmiah dan Etika Lingkungan
Kontribusi Dr. Sane meluas dari pengajaran hingga manuskrip yang mendokumentasikan keanekaragaman tanaman di daerahnya hingga tanggung jawab manusia terhadap alam.
Ia percaya kalau menjaga lingkungan bukan hanya tugas pejabat atau ilmuwan besar, tetapi tanggung jawab tiap individu.
Gaya hidupnya sendiri menjadi perwujudan bahwa penelitian dan kepedulian terhadap alam bisa berjalan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada fasilitas modern.
Di kampus dan komunitas, Dr. Sane dianggap mentor yang inspiratif bukan karena kenyamanan atau fasilitas yang dimiliki, tapi karena dedikasi, ketulusan, dan integritas ilmiah yang ia tunjukkan.
Baca juga: Kisah Inspiratif Wisuda, dari Keterbatasan Jadi Inovasi Kehidupan
Ia juga menjadi simbol kalau kesederhanaan gak menghalangi produktivitas. Kehidupan mendekat ke alam justru dapat memperkuat koneksi riset, intuisi botani, dan pengertian terhadap siklus hidup tumbuhan dan lingkungan sekitarnya.
Terkadang pilihan datang dari hal sederhana yang dihidupi dengan sepenuh hati. Nah, apa pilihan hidup yang bisa ngebuat kamu nyaman dan mungkin saja bisa menghadirkan inspirasi?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Etvbharat.com