Ini 7 Langkah Jadi Dokter Militer, Profesi Super Keren dengan Mental Baja, Cukupkah Kuliah Kedokteran?
INDOZONE.ID - Jadi dokter itu keren. Tapi pernah kepikiran nggak, gimana rasanya kalau kamu bisa jadi dokter sekaligus prajurit? Yup, jadi dokter militer!
Menjadi dokter militer berarti kamu butuh dedikasi ganda bukan cuma menguasai ilmu medis, tapi juga siap ditempa seperti prajurit sejati. Buat mahasiswa kedokteran yang punya semangat tinggi buat berkontribusi pada negara, jalur ini bisa jadi pilihan luar biasa.
Baca juga: 2 Dokter UB Balik ke Indonesia Usai Jalani Misi Kemanusiaan di Gaza Selama 3 Pekan
Nah, ini dia langkah-langkah buat kamu yang pengin jadi dokter militer!
7 Langkah Jadi Dokter Militer, Profesi Super Keren dengan Mental Baja
1. Kuliah Kedokteran
Buat kamu mahasiswa kedokteran, selamat! Kamu sudah berada di jalur yang tepat. Langkah awalnya tentu menyelesaikan kuliah kedokteran S1 hingga mendapat gelar S.Ked. (Sarjana Kedokteran).
Baca juga: Bukan Cuma Bicara! UB Kirim Dua Dokter ke Gaza, Bawa Harapan di Tengah Perang
Setelah itu, lanjutkan pendidikan profesi dokter sampai lulus dan resmi menyandang gelar dr. Intinya, kamu harus menguasai seluruh dasar ilmu medis sebelum lanjut ke tahap berikutnya.
2. Raih STR dan Lolos Uji Kompetensi
Setelah lulus, kamu wajib mengikuti Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Kalau sudah lolos, baru deh kamu bisa mengurus Surat Tanda Registrasi (STR). Tanpa STR, kamu belum bisa praktik secara legalapalagi bergabung dengan militer.
Baca juga: 12 Istilah dalam Dunia Kedokteran, Maba FK Wajib Banget Tahu!
3. Ikuti Seleksi PAPK TNI
Langkah berikutnya, daftarkan diri kamu dalam seleksi Perwira Prajurit Karier (PAPK) TNI. Di sinilah garis start karier dokter militer dimulai. Kamu akan bersaing dengan para tenaga profesional lain yang juga ingin mengabdi lewat jalur militer.
4. Jalani Pendidikan TNI yang Intensif
Setelah dinyatakan lolos, kamu akan “menanggalkan” jas putih sementara dan ikut pendidikan militer intensif selama sekitar 7 bulan.
Di sini, kamu akan dilatih soal fisik, mental, dan kepemimpinan, karena sebagai dokter militer, kamu bukan hanya penyembuh, tapi juga bagian dari prajurit yang siap siaga.
Baca juga: Menelusuri Jejak Pendidikan Kedokteran di Gedung FK UI Salemba Pada Abad ke-19 Hingga Saat Ini
5. Pelantikan dan Pengangkatan Pangkat Pertama
Begitu pendidikan dasar kemiliteran selesai, kamu akan dilantik sebagai perwira TNI dengan pangkat awal Letnan Dua (Letda). Di momen ini, kamu akan mengucapkan sumpah bukan hanya sebagai dokter, tapi juga sebagai prajurit negara.
6. Praktik dan Bertugas di Korps Kesehatan
Setelah mendapatkan Surat Izin Praktik (SIP), kamu resmi bisa bertugas di Korps Kesehatan TNI. Penempatannya bisa di berbagai unit, mulai dari rumah sakit militer, unit tempur, hingga dinas kesehatan militer lainnya. Seru banget kan?
Baca juga: Tiga Prodi FK Unhas Raih Akreditasi Unggul, Dorong Standar Global Pendidikan Kesehatan
7. Ambil Spesialisasi (Kalau Mau Lanjut)
Langkah ini sifatnya opsional, tapi banyak dokter militer yang memilih melanjutkan ke jenjang spesialis atau S2. Dengan kombinasi ilmu medis dan militer, peluang kariermu bisa makin luas!
Gimana, sudah kelihatan menantang tapi seru, kan? Kalau kamu punya hati yang kuat, rasa ingin belajar tinggi, dan mimpi buat berkontribusi untuk negeri, bisa jadi profesi ini panggilanmu.
Siapkan dirimu dari sekarang karena profesi ini akan membawamu ke hal-hal baru tapi juga melangkah jauh melebihi batas biasa. Bangun mental baja dari niat tulus melayani sesama!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@edulab.id