INDOZONE.ID - Pernah bermimpi jadi mahasiswa luar negeri seperti di Jerman, Inggris, Turki, atau Mesir padahal kamu lulusan pesantren? Emangnya bisa?
Tentu bisa. Untuk menjadi mahasiswa luar negeri, kamu nggak harus lulusan SMA reguler. Jangan khawatir, jadi santri pun punya manfaat dan keunggulan tersendiri, lho!
Misalnya, memiliki disiplin tinggi, kemampuan menghafal dan fokus yang kuat, serta pemahaman agama dan budaya yang lebih mendalam.
Baca juga: 5 Tips Buat Study Plan untuk Beasiswa ke Luar Negeri, Dijamin Auto Lolos!
Syarat Kualifikasi Daftar Kampus Luar Negeri
Untuk bisa daftar ke kampus luar negeri, kamu perlu menyiapkan beberapa kualifikasi berikut:
- Ijazah SMA/pesantren dan transkrip nilai (diterjemahkan ke bahasa resmi).
- Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan.
- Sertifikat kemampuan bahasa: IELTS/TOEFL/TOAFL/Goethe sesuai negara tujuan.
- Surat rekomendasi dari kiai, ustaz, atau kepala pesantren.
- Esai motivasi yang menjelaskan tujuan dan kontribusimu.
- Bukti keuangan (bagi yang tidak mendapatkan beasiswa penuh).
Baca juga: Mau Kuliah Gratis di Luar Negeri? Intip 5 Beasiswa Paling Bergengsi di Dunia
10 Tips Praktis untuk Santri yang Ingin Kuliah ke Luar Negeri
- Manfaatkan disiplin pesantren. Jadikan kebiasaan bangun pagi dan rutinitas belajar sebagai modal konsistensi selama proses apply.
- Belajar bahasa setiap hari. Atur target kecil misal 30 menit membaca, mendengar, dan berbicara agar terbiasa dan skor IELTS/TOEFL naik secara konsisten.
- Buat jadwal yang sesuai dengan kebutuhan tes. Latihan terstruktur lebih efektif daripada belajar sendiri terus-menerus.
- Kumpulkan bukti aktivitas. Mendokumentasikan peran di pesantren (mengajar, pengurus, kegiatan sosial) bisa perkuat CV dan esai.
- Tulis esai yang jujur dan kuat narasi. Hubungkan pengalaman santri dengan motivasi akademik dan kontribusi yang ingin kamu beri di kampus tujuan.
- Jalin kontak dengan alumni dan tim beasiswa. Tanya prosedur, pengalaman wawancara, dan tips praktis untuk negara tujuanmu.
- Siapkan dokumen administratif lebih awal. Terjemahan, legalisasi, rekomendasi, dan paspor supaya tidak panik saat deadline.
- Latih wawancara. Rekam jawabanmu, minta masukan, dan latih sikap tenang agar poin-poin penting tersampaikan saat evaluasi.
- Cari beasiswa yang relevan dan baca syaratnya dengan teliti. Beberapa beasiswa punya jalur khusus untuk pelajar pesantren.
- Evaluasi dan terus coba. Kalau belum lolos, catat kekurangan, perbaiki, lalu daftar lagi.
Baca juga: Langsung dari Wamendiktisaintek, Ini 3 Kunci Sukses Kuliah ke Luar Negeri
Jadi, jangan ragu untuk melangkah lebih jauh, karena santri juga punya kelebihan sendiri, yang berarti Anda tidak kalah bersaing.
Tetaplah fokus berorganisasi dan aktif berkarya. Mimpilah setinggi-tingginya, karena mimpi sejati seharusnya membuatmu takut dan gemetar saat mengejar hal yang tampak mustahil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ultimateducation.co.id