Rabu, 12 NOVEMBER 2025 • 13:27 WIB

Si Prodigy Elliott Tanner! Fisikawan Termuda yang Raih Gelar Sarjana di Usia 13 Tahun

Author

Elliott Tanner (Livescience)

INDOZONE.ID - Usia bukan batas bagi Elliott Tanner, remaja asal Minnesota, Amerika Serikat, yang menyelesaikan pendidikan sarjana Fisika di University of Minnesota pada usia 13 tahun.

Sejak usia tiga tahun, Elliott sudah menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap matematika dan fisika. Saat anak-anak lain bermain di taman, Elliott menghabiskan waktunya mempelajari konsep-konsep ilmiah, membaca buku universitas, dan mengikuti kelas daring. 

Baca juga: Theodore Kwan, Bocah Prodigy 7 Tahun yang Bikin Rekor Kuliah Kimia di NTU dan Raih Nilai A di IGCSE

Melihat potensinya yang luar biasa, orang tuanya memutuskan untuk memberikan pendidikan berbasis homeschooling agar proses belajarnya bisa lebih fleksibel dan sesuai dengan kemampuannya.

Perjalanan Akademik Elliott

Setelah menamatkan pendidikan dasar lebih cepat, Elliott mulai berkuliah di community college di usia sembilan tahun, mempelajari berbagai mata kuliah sains dan matematika tingkat lanjut. 

Pada usia 11 tahun, ia diterima di University of Minnesota untuk melanjutkan studi sarjana di bidang Fisika dengan minor Matematika.

Dalam kurun waktu dua tahun, Elliott menyelesaikan seluruh persyaratan akademik dengan nilai luar biasa. Ia juga aktif dalam berbagai proyek penelitian universitas, mengikuti seminar ilmiah, dan bahkan mempresentasikan temuannya di depan dosen-dosen senior.

Tantangan Sosial dan Dukungan dari Lingkungan Kampus

Meski unggul dalam akademik, perjalanan Elliott gak selalu mudah. Ia sempat mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial karena usia yang terpaut jauh dengan teman-teman sekelas. 

Namun, berkat dukungan dosen dan mahasiswa lainnya, Elliott dapat berbaur dan berkembang dengan baik di lingkungan kampus. Rekan-rekan mahasiswa menggambarkan Elliott sebagai pribadi yang rendah hati, pekerja keras, dan penuh rasa ingin tahu. 

Elliott sering membantu mahasiswa lain dalam memahami materi kuliah, dan aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok maupun kegiatan ilmiah kampus.

Langkah Berikutnya Menuju Program Doktor

Setelah meraih gelar sarjana, Elliott diterima dalam program doktor (PhD) di bidang Fisika di universitas yang sama. Tapi, langkah ini sempat diwarnai tantangan finansial karena program yang dituju belum menawarkan paket beasiswa penuh seperti biasanya.

Baca juga: Aiden Wilkins, Bocah Prodigy 9 Tahun yang Belajar Ilmu Syaraf di Ursinus College

Oleh sebab itu, keluarganya membuka penggalangan dana agar Elliott bisa melanjutkan risetnya di bidang fisika partikel teoritis, cabang yang sangat ia minati sejak kecil.

Di masa depan, Elliott bercita-cita menjadi dosen universitas dan peneliti yang menginspirasi anak muda untuk menyukai sains. Ia juga berharap dapat membuka akses pendidikan yang lebih fleksibel bagi anak-anak berbakat, agar mereka bisa berkembang sesuai potensi masing-masing.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Livescience.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU