UGM Kembangkan Smart Farming Melon Premium di Kulon Progo, Tingkatkan Produktivitas hingga 85 Persen
INDOZONE.ID - Tim peneliti Field Research Center (FRC), Universitas Gadjah Mada (UGM), mengembangkan riset budidaya melon premium dengan sistem hidroponik di dalam rumah kaca (greenhouse).
Proyek ini menggandeng para petani lahan pasir di wilayah Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, untuk meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian lokal dan memperkuat ketahanan pangan.
Baca juga: Inovasi Pangan Darurat, USK Produksi Nasi Uduk dan Liwet Siap Saji yang Tahan hingga Satu Tahun!
Ketua tim peneliti, Putri Rousan Nabila, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pemilihan melon sebagai objek riset didasari oleh kondisi agroklimat Kulon Progo.
“Kondisi agroklimat di Kulon Progo, khususnya dari intensitas cahaya dan suhu lingkungan sangat cocok untuk komoditas melon,” tuturnya.
Selain faktor alam, lokasi riset yang berdekatan dengan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dinilai sangat strategis untuk menjangkau pasar wisatawan.
Tak hanya itu, lokasi tersebut bahkan memudahkan distribusi ke wilayah Yogyakarta, Sleman, hingga daerah sekitarnya karena melon memiliki masa simpan yang cukup lama, yakni sekitar 15 hari.
Riset ini tidak hanya berhenti pada proses penanaman. Tim FRC UGM juga melakukan diversifikasi produk dengan mengolah melon menjadi produk turunan seperti jus murni (cold press juice), permen, hingga tepung.
Pemanfaatan limbah melon menjadi tepung merupakan langkah kreatif untuk menciptakan bahan pangan alternatif guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gandum.
Dampak positif dari penelitian tersebut sudah mulai dirasakan langsung oleh kelompok tani di pesisir Bugel yang menjadi mitra binaan.
Menurut anggota tim peneliti, Dr. Eng. Yosephus Ardean Kurnianto Prayitno, pendampingan teknologi dan penerapan standar prosedur operasional (SOP) berhasil meningkatkan produktivitas tanaman hingga 85 persen.
Baca juga: Tak Lagi Bergantung Hasil Impor, UNS Hadirkan Inovasi Nano-Hidroksiapatit dari Limbah Tulang Ikan
“Dari 1.000 tanaman melon jenis sweet net 8, sekitar 850-900 tanaman berhasil produktif. Sekitar 599 kilogram buah masuk ke grade A, sehingga lebih dari 50 persen hasil panen masuk grade A,” ungkapnya.
Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, UGM menghadirkan konsep "Open Farm" melalui inisiatif Jogja Open Innovation for Community Enhancement (JOICE).
Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat dan petani muda bisa belajar langsung mengenai teknologi pertanian pintar (smart farming) sambil menikmati pengalaman memetik buah melon di lokasi.
Proyek ini juga menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin yang melibatkan berbagai fakultas di UGM, seperti Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Fakultas Biologi, hingga Sekolah Vokasi.
Baca juga: Wujudkan Kreativitas Nusantara, 272 Mahasiswa UMY Gelar Pameran Seni SENUSA sebagai Proyek Akhir
Ke depannya, tim peneliti berharap dapat menjalin kerja sama dengan pihak industri dan mitra internasional, termasuk kolaborasi riset dengan Jepang yang telah diinisiasi sejak 2025, guna menjawab tantangan nyata di lapangan dan industri pertanian masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ugm.ac.id