Senin, 19 JANUARI 2026 • 16:30 WIB

Lewat IBCC 2025, UMN Asah Strategic Thinking Mahasiswa di Level Global

Author

Kegiatan International Business Case Competition di kampus Universitas Multimedia Nusantara (umn.ac.id)

INDOZONE.ID - Universitas Multimedia Nusantara menggelar International Business Case Competition hasil dari kolaborasinya bersama Southern Luzon State University (SLSU), Filipina dan Tra Vinh University, Vietnam.

Acara ini digelar secara hybrid sejak 13 Oktober 2025 mulai dari babak penyisihan sampai sesi grand final.

IBCC lahir dari ide garapan Kemahasiswaan UMN bersama international office UMN. Mereka menginisiasikan kompetisi ini dengan tujuan untuk mendorong mahasiswa dalam menyiapkan kemampuan untuk menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan global. 

Kegiatan ini menjadi menarik dan melahirkan banyak manfaat baik inovasi, kolaborasi, dan strategic thinking. IBCC bukan sekedar lomba saja, lebih dari itu kegiatan ini membuka peluang untuk mahasiswa dapat bertukar perspektif dari negara yang berbeda”, jelas Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko. 

Baca juga: Dukung Pemerataan Dokter Spesialis, FK UNDIP Terjunkan Residen ke Wilayah 3T

Menurutnya, kompetisi ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa dalam mempersiapkan masa depan secara berkelanjutan yang terus relevan seiring berjalannya perkembangan zaman.

Saya harap peserta bisa mengasah pemikiran analitis, kepercayaan diri, dan menggunakan kesempatan ini untuk belajar dari satu sama yang lain. Diharapkan mahasiswa bisa ‘push the limit’ dan mendapatkan ilmu baru," tambahnya.

Selain mempresentasikan hasil temuannya, para mahasiswa juga didorong dalam memberikan solusi atas berbagai permasalahan lewat prinsip People, Planet, dan Profit (3P) yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Berbagai kelompok mengambil posisi sebagai pemenang lomba selama pergelaran IBCC ini. Pemenang pertama diraih oleh kelompok AVN UMN, kelompok The Innosolver SLSU meraih 1st Runner Up, dan 2nd Runner Up diproleh oleh kelompok Cuhati TVU.

Baca juga: Bangkit dari Cedera, Mahasiswa UNESA ini Raih Emas SEA Games di Olahraga Angkat Besi

Selain itu, nominasi The Most Innovative Strategy berhasil dibawa pulang oleh kelompok Regent Strategy UMN. Tak mau kalah, kelompok Entreprenerds UMN juga berhasil meraih kategori nominasi The Best Presenter.

Aku sendiri tertarik untuk mengikuti IBCC karena ingin menambah pengalaman, tidak hanya itu tapi juga mengasah strategic thinking, kerjasama tim, serta kolaborasi cross-cultural mengingat lomba ini bersifat internasional”, ujar salah satu peserta IBCC, Jennifer Claudia Angelique.

Jennifer sendiri terbagabung dalam kelompok Regent Strategy yang memenangkan kategori The Most Innovative Strategy. Pencapaian ini menjadi simbol berharga baginya dan tim.

Dalam menyelesaikan studi kasus yang diberikan, tim kami berusaha untuk terlebih dahulu mengenal kasus yang diberikan, mulai dari permasalahan utama, data, disinformasi, sehingga kami bisa memberikan solusi terbaik yang bisa diterapkan. Setelah mendapat gambaran kami membagi peran dalam tim dan melakukan diskusi akhir," tambahnya.

Baca juga: Mahasiswa BBK 7 UNAIR Perkenalkan Metode Sederhana Urai Sampah Organik Melalui Budidaya Maggot BSF di Karangdoro

Perjalanan Jennifer dalam acara IBCC ini juga tidak sepenuhnya berjalan mulus begitu saja. Komunikasi semi-online menjadi salah satu masalah yang ia hadapi bersama timnya.

Ia juga merasa perbedaan pendapat antar angota tim dalam menyikapi kasus juga menjadi tantangan tersendiri.

Melalui IBCC, pihak terkait menaruh harapan pada mahasiswa agar mendapatkan pengetahuan baru dan juga merasakan pengalaman cross-culture secara langsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Umn.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU