INDOZONE.ID - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Periode I Tahun 2026 menciptakan terobosan baru bagi Desa Sinar Rejeki, Kecamatan Jati Agung.
Pada 26 Januari 2026, mereka mengolah limbah bonggol jagung yang selama ini terabaikan menjadi briket, sebuah produk energi alternatif yang memiliki nilai jual.
Mengubah Masalah Menjadi Peluang
Masyarakat Desa Sinar Rejeki tengah menghadapi masalah penumpukan limbah pertanian. Bonggol jagung biasanya hanya dibuang atau dibakar, justru memicu polusi udara dan mencemari lingkungan sekitar.
Menanggapi kondisi tersebut, tim KKN Unila yang terdiri dari 15 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu berinisiatif memberikan edukasi mengenai pengolahan limbah.
Program mengusung konsep One Village One Product (OVOP), yang bertujuan menjadikan briket sebagai produk unggulan desa.
Tim mengungkapkan bahwa tujuan mereka menciptakan inovasi tersebut adalah untuk mengembangkan potensi lokal agar limbah, yang tadinya tidak bernilai bisa menjadi sumber ekonomi baru berkelanjutan bagi warga.
Baca juga: Ubah Propolis Jadi Sabun "Picabee", Mahasiswa Itera Tingkatkan Nilai Ekonomi Desa Pemerihan
Proses Pembuatan dan Sosialisasi
Kegiatan dimulai dengan sosialisasi kepada perangkat desa, petani, dan pelaku UMKM. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), M. Wendy Trijaya, S.H., M.HUM.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendemonstrasikan tahapan pembuatan briket secara mendalam, yang meliputi pengeringan bahan baku bonggol jagung, pembakaran hingga menjadi arang.
Selain itu penyariangan, percetakan, serta pengeringan briket juga diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat agar mereka lebih mudah memahami dan menerapkannya.
Baca juga: Mahasiswa ITB Ciptakan Briket Ramah Lingkungan dari Limbah Organik
Harapan Masa Depan
Respons masyarakat terhadap program ini sangat positif. Selain mendapatkan keterampilan teknis, warga juga diberikan pendampingan terkait strategi branding dan potensi pemasaran produk.
Meski masih terkendala keterbatasan alat, warga berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut secara mandiri.
Mahasiswa KKN Unila juga berharap inovasi yang diperkenalkan mampu mengurangi dampak negatif limbah pertanian dan menciptakan peluang bisnis, yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sinar Rejeki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unila.ac.id