Sabtu, 07 FEBRUARI 2026 • 14:00 WIB

UPI Turunkan Tim Trauma Healing untuk Pulihkan Psikologis Warga Aceh Utara

Author

Tim ProDBK UPI (berita.upi.edu)

INDOZONE.ID - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memberangkatkan tim khusus ke Aceh Utara untuk membantu pemulihan psikologis warga pascabencana.

Program tersebut adalah bagian dari pengiriman bantuan tahap kedua yang secara resmi dilepas di Taman Baretti, Bandung, pada 29 Januari 2026 lalu. 

Baca juga: Kabar Gembira! PIP 2026 Kembali Hadir, Siswa SD hingga SMA Bisa Dapat Bantuan Pendidikan

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan kelanjutan dari aksi sebelumnya.

Pada pertengahan Desember tahun lalu, UPI telah menerjunkan tim medis serta tim dari Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan untuk memberikan bantuan fisik dan pengobatan awal.

“Memasuki tahap kedua, kami melihat bahwa kebutuhan pemulihan psikologis masih sangat besar, sementara penanganannya masih terbatas,” ungkap Prof. Agus.

UPI melihat bahwa kebutuhan terhadap pendampingan psikologis masih sangat tinggi, tapi tenaga yang menangani ini masih sangat terbatas. 

Baca juga: UGM Berikan Bantuan Akademik, Psikologis, Finansial kepada Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra

Oleh karena itu, bantuan tahap kedua difokuskan pada program trauma healing, terutama bagi para pelajar agar mereka bisa kembali beraktivitas di sekolah dengan tenang.

Tak hanya bergerak sendiri, dalam menjalankan misi UPI menjalin kolaborasi erat dengan Aceh Berdaya yang merupakan bagian dari gerakan Indonesia Mengajar.

Selain itu, kerja sama lintas perguruan tinggi juga dilakukan dengan melibatkan Universitas Malikussaleh dan Universitas Jabal Ghafur guna memperkuat jangkauan bantuan di lapangan.

Ketua Tim Program Dosen Berkarya (ProDBK), Prof. Dr. Nandang Rusmana, M.Pd., menjelaskan bahwa tim yang dikirim terdiri dari delapan orang, meliputi dua dosen, enam mahasiswa dan alumni yang telah dibekali pelatihan khusus. 

Baca juga: UNAIR Andalkan Peran Alumni dalam Pengembangan Karier Mahasiswa

Selama delapan hari, mereka akan berkeliling ke berbagai lokasi di Aceh Utara untuk mendampingi warga.

Metode yang digunakan cukup unik, yakni Adventure Based Counseling atau konseling yang dikemas melalui petualangan dan permainan.

Tim telah menyiapkan berbagai permainan sistematis untuk menanamkan nilai-nilai kesabaran dan semangat hidup kepada peserta.

“Setiap permainan dirancang untuk membantu peserta memaknai peristiwa kebencanaan, menerima kenyataan dengan sabar dan tawakal, serta menumbuhkan kembali semangat hidup,” tutur Prof. Nandang. 

Baca juga: Gaungkan Semangat Nasionalisme, Mahasiswi Ekonomi Syariah UIR Raih Juara 1 Lomba Poster Nasional

Lebih dari sekadar pulih, program yang diselenggarakan menargetkan adanya post-traumatic growth, jadi individu terdampak diharapkan bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh dan optimistis dibandingkan sebelumnya.

Melalui inisiatif ini, UPI membuktikan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada pendidikan di dalam kelas, tetapi juga hadir di tengah masyarakat saat terjadi krisis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita.upi.edu

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU