Ribuan Mahasiswa Ikuti Program Asah Dicoding, Bekali Skill AI Guna Hadapi Tantangan Industri Digital
INDOZONE.ID - Dicoding, salah satu platform pendidikan teknologi di Indonesia, berhasil menggelar program Asah 2025, yaitu program pelatihan teknologi intensif yang dirancang untuk membekali mahasiswa agar siap menghadapi tuntutan industri digital saat ini.
Program ini berfokus pada pengembangan keterampilan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, termasuk bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sekaligus meningkatkan kemampuan soft skill yang penting dalam dunia profesional.
Program ini ditutup dengan seremoni kelulusan yang diselenggarakan pada bulan Februari, sebagai bentuk apresiasi atas capaian para peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dan pendampingan selama enam bulan.
Berkolaborasi dengan Accenture, program Asah memadukan pembelajaran mandiri dalam platform Dicoding dengan kelas live, sesi mentoring, serta studi kasus berbasis kebutuhan industri nyata.
Para peserta bekerja dalam tim untuk menerapkan keterampilan mereka dalam membangun solusi atas tantangan industri, sehingga memperoleh pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan ekonomi digital.
Sementara itu, CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, menilai program ini mampu membuka akses yang lebih merata bagi talenta digital dari berbagai daerah, sekaligus menjembatani kesenjangan keterampilan melalui kolaborasi dengan Accenture.
Baca juga: 8 Jurusan Kuliah yang Dianggap Paling Santai dan Mudah, Kamu Pilih yang Mana?
“Program Asah membuktikan bahwa talenta digital unggul dapat lahir dari mana saja. Fakta bahwa sebagian besar peserta berasal dari kota kecil dan menengah menunjukkan bahwa ketika akses dan kesempatan didistribusikan secara merata, potensi luar biasa dapat berkembang. Kolaborasi Dicoding dengan Accenture membantu menjembatani kesenjangan keterampilan serta membangun talenta berkualitas tinggi yang dibutuhkan untuk transformasi digital Indonesia." ujarnya
Perwakilan Accenture turut menegaskan pentingnya pembekalan keterampilan dan kesiapan mahasiswa menghadapi era digital.
“Melalui Program Asah, kami membekali mahasiswa tidak hanya dengan keterampilan teknologi mutakhir, termasuk AI, tetapi juga dengan pola pikir, ketangguhan, dan kesiapan profesional yang dibutuhkan untuk berkembang di era AI. Investasi pada talenta muda hari ini merupakan kunci bagi daya saing Indonesia di masa depan.” ujar Budiono selaku Managing Director, AI and Data, Indonesia, Accenture.
Hingga saat ini, program tersebut telah melatih ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 75% peserta berasal dari kota kecil dan menengah serta mendukung pemerataan akses terhadap pendidikan teknologi di Indonesia.
Keberhasilan Program Asah juga tecermin dari kisah para lulusannya. Salah satunya adalah Alia Jennifer Kim Ritzky, mahasiswi Sistem Informasi dari Universitas Gunadarma, yang dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Asah 2025. Dalam sambutannya, Alia membagikan pengalamannya selama mengikuti program.
Baca juga: Selesai Sidang Skripsi? Ini 4 Langkah Penting Agar Kelulusan dan Yudisium Berjalan Lancar
“Saya merasakan langsung manfaat program Asah saat menjalani magang sebagai IT Operations Intern di salah satu perusahaan logistik terbesar di Indonesia. Awalnya, saya merasa gugup saat berinteraksi dengan para senior leader. Namun, pelatihan soft skills di Asah membantu saya membangun kepercayaan diri dan membentuk pola pikir yang lebih positif,” ujar Alia.
Dengan tingkat kelulusan mencapai 95%, Asah menjadi salah satu program paling sukses yang diselenggarakan Dicoding dalam enam tahun terakhir.
Pada seremoni kelulusan, Dicoding juga mengumumkan bahwa program ini akan kembali hadir dalam beberapa bulan ke depan, melanjutkan komitmen untuk memperluas pendidikan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan. Pendaftaran akan dibuka pada pertengahan tahun 2026 melalui dicoding.com.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release