Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 15:00 WIB

IPB University dan Dinkes Bogor Latih Pengelola Dapur SPPG, Perkuat Standar Keamanan Pangan

Author

Calon penjamah pangan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) (ipb.ac.id)

INDOZONE.ID - Sebanyak 36 calon petugas pengelola makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Bogor Ciampea Tegalwaru 3 mengikuti pelatihan mengenai keamanan pangan.

Kegiatan ini merupakan inisiatif bersama yang melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, PT Bogor Life Science Technology (BLST), dan IPB Training untuk memastikan standar kualitas makanan massal tetap terjaga. 

Baca juga: Intip Proses Produksi Skala Besar, Mahasiswa UPER Bedah Peran Kimia dalam Menjaga Kualitas dan Keamanan Produk

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari pada akhir Februari memberikan pemahaman mendalam bagi para peserta mengenai berbagai aspek krusial dalam pengelolaan dapur.

Materi yang disampaikan mencakup kebijakan terbaru pemerintah tentang pangan siap saji, cara menyusun menu yang memenuhi standar gizi, hingga teknis pembersihan peralatan masak sesuai prosedur standar operasional sanitasi (SSOP).

Selain itu, peserta juga diajarkan cara mengendalikan hama atau vektor serta menjaga lingkungan kerja agar tetap bersih dan bebas dari polusi.

Guru Besar Gizi Masyarakat IPB University, Prof. Ahmad Sulaeman, menjadi narasumber utama dalam kegiatan ini.

“Dapur penyelenggara makanan massal memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin keamanan pangan dari hulu hingga hilir,” ungkapnya. 

Baca juga: Mahasiswa Unpad Hadirkan Budidalon, Inovasi Akuaponik Sederhana untuk Wujudkan Desa Mandiri Pangan

Beliau menekankan bahwa mengelola dapur untuk konsumsi orang banyak memiliki tantangan dan tanggung jawab yang sangat besar.

Prof. Ahmad memperkenalkan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) sebagai metode untuk mendeteksi potensi bahaya dalam proses pengolahan makanan.

Menurutnya, sangat penting bagi petugas untuk memahami titik-titik kritis di mana kontaminasi bisa terjadi, mulai dari penerimaan bahan baku hingga makanan siap disajikan.

Langkah pencegahan ini sangat vital untuk menghindari risiko keracunan pangan atau kejadian luar biasa lainnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari berbagai pihak. Wayan Sri Agustini, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, menyatakan bahwa sinergi antarlembaga ini sangat diperlukan untuk mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045. 

Baca juga: Prestasi Membanggakan! Mahasiswa Universitas Jember Jadi Duta Kesehatan Jawa Timur 2026

Ia berharap melalui pangan yang aman dan bergizi, kualitas kesehatan generasi mendatang dapat meningkat pesat.

Di sisi lain, Tetty dari Yayasan Inspirasi Pangan Bangsa juga menekankan pentingnya bagi penyelenggara untuk memahami manajemen dapur secara menyeluruh agar operasional di lapangan dapat berjalan optimal dan sesuai aturan kesehatan.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, para calon petugas diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan teori, tetapi juga mampu mempraktikkan prinsip higiene dan sanitasi secara konsisten. 

Keberhasilan operasional dapur SPPG akan menjadi pondasi kuat dalam meningkatkan standar gizi dan kesehatan masyarakat secara luas melalui program makanan gratis yang berkualitas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: IPB

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU