INDOZONE.ID - Menjalani kuliah sambil puasa memang menantang, apalagi kalau tugas lagi menumpuk dan energi cepat terkuras. Alih-alih produktif, kamu justru rentan terkena burnout saat puasa karena memaksakan ritme kerja yang sama seperti hari biasa.
Kamu nggak mau kan ibadah terganggu cuma gara-gara stres mengerjakan tugas? Supaya tetap fokus, kamu perlu mengatur pola istirahat hingga asupan nutrisi dengan tepat selama bulan Ramadan.
Penasaran gimana caranya tetap produktif dan bebas stres selama bulan puasa? Yuk, simak 5 tips hindari burnout selama bulan puasa agar aktivitas kuliahmu tetap berjalan lancar.
5 Tips Hindari Burnout Selama Berpuasa
Baca juga: Vokasi UI Gelar Buka Puasa Bersama: Pererat Silaturahmi dan Umumkan Rencana Pembangunan Musala Baru
1. Kenali dan Manfaatkan Jam Produktif
Selama bulan puasa, ritme energi tubuh biasanya berubah karena pola makan dan tidur yang berbeda dari hari biasa.
Ada mahasiswa yang lebih segar setelah waktu sahur dan subuh karena pikiran masih jernih. Sementara itu, ada juga yang justru lebih produktif setelah berbuka atau selesai salat tarawih.
Dengan memahami pola energi diri sendiri, kamu bisa menentukan waktu terbaik untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti membaca materi kuliah atau menyusun laporan.
2. Cicil Tugas dari Awal
Salah satu penyebab utama burnout saat kuliah adalah kebiasaan menunda tugas, hingga akhirnya menumpuk dalam waktu bersamaan.
Selama puasa, kondisi tubuh yang lebih cepat lelah bisa membuat tekanan terasa semakin berat jika tugas tidak kamu kelola dengan baik.
Untuk menghindarinya, biasakan mencicil tugas sejak awal dengan membagi tugas besar menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dikerjakan.
Selain membuat proses pengerjaannya terasa lebih optimal, langkah ini juga membantu mengurangi stres karena kamu tidak perlu menyelesaikan semuanya sekaligus.
Baca juga: Kisah Inspiratif Zain, Lulusan Terbaik Unesa dengan IPK 3,99 yang Tembus Jurnal Scopus
3. Maksimalkan Waktu Sahur
Sahur memegang peran penting dalam menjaga stamina sepanjang hari. Apa yang kamu konsumsi saat sahur akan sangat mempengaruhi kondisi tubuh, konsentrasi, dan daya tahan tubuh saat menjalani aktivitas perkuliahan.
Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serta serat agar energi di dalam tubuhmu dapat bertahan lebih lama dan tidak cepat lemas.
Selain itu, pastikan kebutuhan cairanmu juga tercukupi agar tubuh tidak mudah dehidrasi. Dengan persiapan sahur yang baik, kamu bisa mengikuti perkuliahan dengan lebih fokus dan tetap produktif saat mengerjakan tugas meski sedang berpuasa.
4. Atur Waktu Istirahat dengan Baik
Perubahan jadwal tidur selama bulan puasa sering membuat waktu istirahat berkurang. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa menyebabkan tubuh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, bahkan mempengaruhi mood.
Usahakan tetap memiliki waktu tidur yang cukup di malam hari. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu luang untuk tidur singkat di siang hari.
Istirahat yang cukup dapat membantu tubuh mu tetap bugar dan fokus saat belajar.
Baca juga: IPB University dan Dinkes Bogor Latih Pengelola Dapur SPPG, Perkuat Standar Keamanan Pangan
5. Pilih Aktivitas Secara Lebih Efektif
Bulan puasa bisa menjadi momen yang tepat untuk mengevaluasi kembali prioritas kegiatan sehari-hari mu.
Tidak semua aktivitas harus kamu ikuti, terutama jika berpotensi menguras energi berlebihan atau tidak terlalu mendesak.
Dengan jadwal yang lebih terarah dan beban aktivitas yang terkontrol, kamu bisa menjaga keseimbangan antara belajar, istirahat, dan kegiatan lainnya. Hasilnya, aktivitas kuliah tetap berjalan lancar tanpa membuat tubuh dan pikiran merasa kewalahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Telkomuniversity.ac.id