Calon penjamah pangan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) (ipb.ac.id)
INDOZONE.ID - Sebanyak 36 calon petugas pengelola makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Bogor Ciampea Tegalwaru 3 mengikuti pelatihan mengenai keamanan pangan.
Kegiatan ini merupakan inisiatif bersama yang melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, PT Bogor Life Science Technology (BLST), dan IPB Training untuk memastikan standar kualitas makanan massal tetap terjaga.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari pada akhir Februari memberikan pemahaman mendalam bagi para peserta mengenai berbagai aspek krusial dalam pengelolaan dapur.
Materi yang disampaikan mencakup kebijakan terbaru pemerintah tentang pangan siap saji, cara menyusun menu yang memenuhi standar gizi, hingga teknis pembersihan peralatan masak sesuai prosedur standar operasional sanitasi (SSOP).
Selain itu, peserta juga diajarkan cara mengendalikan hama atau vektor serta menjaga lingkungan kerja agar tetap bersih dan bebas dari polusi.
Guru Besar Gizi Masyarakat IPB University, Prof. Ahmad Sulaeman, menjadi narasumber utama dalam kegiatan ini.
“Dapur penyelenggara makanan massal memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin keamanan pangan dari hulu hingga hilir,” ungkapnya.
Baca juga: Mahasiswa Unpad Hadirkan Budidalon, Inovasi Akuaponik Sederhana untuk Wujudkan Desa Mandiri Pangan
Beliau menekankan bahwa mengelola dapur untuk konsumsi orang banyak memiliki tantangan dan tanggung jawab yang sangat besar.
Prof. Ahmad memperkenalkan sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) sebagai metode untuk mendeteksi potensi bahaya dalam proses pengolahan makanan.
Menurutnya, sangat penting bagi petugas untuk memahami titik-titik kritis di mana kontaminasi bisa terjadi, mulai dari penerimaan bahan baku hingga makanan siap disajikan.
Langkah pencegahan ini sangat vital untuk menghindari risiko keracunan pangan atau kejadian luar biasa lainnya.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari berbagai pihak. Wayan Sri Agustini, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, menyatakan bahwa sinergi antarlembaga ini sangat diperlukan untuk mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: IPB