Senin, 02 MARET 2026 • 12:20 WIB

Mahasiswa ITB Ciptakan Konsep Transportasi Terintegrasi untuk Atasi Kemacetan di Bandung

Author

Tim Mawon ITB, peraih Juara 2 sekaligus Juara Favorit di ajang Innovative Transportation Engineering Competition 2026. (itb.ac.id)

INDOZONE.ID - Tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang tergabung dalam Tim Mawon, sukses membawa pulang juara 2 dan juara favorit, usai memperkenalkan sistem transportasi perkotaan terintegrasi pada ajang Innovative Transportation Engineering Competition (ITEC) yang digelar 15 Februari 2026, di Aula Timur ITB Kampus Ganesha. 

Ajang yang termasuk ke dalam bagian ITB Civil Engineering Expo (ICEE) 2026 itu mereka ikuti dari permasalahan transportasi umum di Bandung yang belum efektif terhubung antarmoda.

Tim ini terdiri dari Salman Aryadi dan Farid Ramadhani (Perencanaan Wilayah dan Kota 2022), serta Muhammad Rasyid Alfiano (Teknik Sipil, 2022), yang bekerja sama secara kompak dalam mempersiapkan segala kebutuhan lomba.

Menurut mereka, Trans Metro Bandung (TMB) belum sepenuhnya menjangkau semua area pemukiman dan pusat aktivitas warga secara maksimal.

Ada pula angkot (angkutan perkotaan), yang walaupun lebih menjangkau area pemukiman secara luas, namun belum memiliki sistem integrasi mumpuni seperti TMB.

Baca juga: Vokasi UI Gelar Buka Puasa Bersama: Pererat Silaturahmi dan Umumkan Rencana Pembangunan Musala Baru

Kekurangan tersebut menyebabkan para pengguna transportasi umum harus membuang waktu lebih banyak untuk berpindah moda (transfer). Tak ayal, banyak warga yang lebih memilih menggunakan kendaran pribadi untuk aktivitas seharian sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Secara spasial kami melihat bahwa TMB memiliki keterbatasan jangkauan, sedangkan angkot dengan fleksibilitasnya mampu menjangkau wilayah yang lebih luas. Dari situ muncul gagasan untuk memanfaatkan angkot sebagai feeder dari TMB,” tutur Salman.

Melalui karya berjudul “Rancangan Sistem Integrasi Trunk-Feeder Berbasis Optimasi Spasial dan Preferensi Pengguna di Kota Bandung”, tim peneliti menghadirkan konsep integrasi transportasi trunk–feeder berbasis data untuk meningkatkan konektivitas antarmoda.

Penelitian ini berkofus pada pengembangan sistem transportasi yang lebih efisien dengan memanfaatkan analisis optimasi spasial, guna memetakan potensi perubahan rute serta menentukan titik integrasi transportasi yang lebih efektif agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

Baca juga: Kisah Inspiratif Zain, Lulusan Terbaik Unesa dengan IPK 3,99 yang Tembus Jurnal Scopus

Tak hanya mengandalkan analisis teknis, penelitian ini juga mempertimbangkan kebutuhan pengguna transportasi. Tim melakukan survei terhadap 96 responden untuk menggali preferensi masyarakat terhadap layanan transportasi publik.

Kompetisi ini berlangsung melalui beberapa tahap, mulai dari seleksi awal pada Oktober 2025, pengumpulan proposal pada November 2025, hingga pengumuman lima finalis pada Januari 2026.

Para finalis kemudian mengikuti sesi pameran dan presentasi sebelum puncak acara, serta penghargaan yang digelar pada pertengahan Februari 2026.

Dari penelitian tersebut, tim menghasilkan tiga rekomendasi utama untuk pengembangan transportasi publik. Rekomendasi tersebut meliputi penyesuaian rute Trans Metro Bandung dengan memanfaatkan angkutan kota sebagai layanan feeder, penentuan titik integrasi antarmoda yang lebih strategis, serta penguatan sistem transportasi publik agar lebih terintegrasi dan sesuai kebutuhan pengguna.

Keberhasilan rancangan ini juga didukung kolaborasi lintas disiplin ilmu dalam tim. Mahasiswa dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota berfokus pada perancangan sistem transportasi secara menyeluruh, termasuk analisis jaringan dan integrasi antarmoda.

Sementara itu, mahasiswa Teknik Sipil berkontribusi pada aspek teknis dan operasional untuk memastikan rancangan dapat diterapkan secara realistis.

Baca juga: IPB University dan Dinkes Bogor Latih Pengelola Dapur SPPG, Perkuat Standar Keamanan Pangan

Keberhasilan tim juga tak luput dari campur tangan dosen pendamping Kelompok Keahlian Sistem Infrastruktur Wilayah dan Kota, SAPPK ITB,  Nur Diana Safitri.

Bagi kami, perlombaan ini bukan sekadar untuk mengejar juara, tetapi juga untuk membuktikan bahwa kami mampu mengimplementasikan pengetahuan yang kami miliki dalam menyelesaikan permasalahan nyata,” tambah Salman.

Rancangan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kota Bandung dalam merancang jaringan transportasi publik yang lebih terintegrasi, serta mampu mendorong generasi muda untuk lebih aktif menghadirkan solusi mobilitas perkotaan melalui pendekatan berbasis riset.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Itb.ac.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU