INDOZONE.ID - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) mengambil langkah memerangi kekerasan dalam hubungan melalui inisiatif bertajuk aROSE: a Rising of Speaking Up to Elevate Women.
Program yang digagas organisasi SCORP dan SCORA CIMSA FK USK ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Perempuan Internasional yang berfokus pada pencegahan serta pelarangan kekerasan dalam sebuah relasi.
Baca juga: Dari Kepemimpinan hingga Relasi: 7 Manfaat Organisasi Kampus bagi Mahasiswa
Kegiatan yang berlangsung pada bulan Februari 2026 tersebut bertujuan untuk membekali calon tenaga medis dengan pemahaman mendalam mengenai aspek hukum dan kesehatan terkait kekerasan dalam hubungan.
Menurut Project Officer aROSE, Alisha Irdina Syahyadi, peran tenaga kesehatan sangat krusial dalam mendeteksi dini serta memberikan dukungan yang tepat bagi para penyintas.
“Kami ingin peserta memahami bahwa tenaga medis memiliki peran penting dalam mengenali, menangani, dan mendukung korban kekerasan dalam hubungan. Melalui aROSE, kami berharap mahasiswa kedokteran dapat lebih siap berkontribusi menciptakan lingkungan yang aman bagi penyintas,” terangnya.
Rangkaian acara diawali dengan sesi pra-pelatihan, kemudian dilanjutkan dengan aksi kampanye lapangan pada 16 Februari 2026.
Baca juga: Keren! Mahasiswa Ubaya Ciptakan Rasaya, Teknologi Pemantau Kesehatan Mental Berbasis Digital
Dalam kampanye tersebut, para relawan berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk meluruskan berbagai mitos keliru tentang pelecehan dalam hubungan. Mereka juga mengajak publik untuk lebih berempati serta menghapus stigma negatif terhadap korban.
Puncak acara dilaksanakan pada 28 Februari 2026 dengan menghadirkan diskusi pakar dari lembaga Flower Aceh dan P2TP2A.
Narasumber seperti Riswati dan Athaya Rumaisha memaparkan prosedur penanganan korban, baik dari sudut pandang sosial maupun perlindungan hukum yang berlaku.
Selain itu, para peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) untuk mempertajam kemampuan mereka dalam menganalisis dan merespons kasus kekerasan.
Baca juga: Tekan Kasus Diare Balita yang Tinggi di Bogor, FKM UI Edukasi Warga Gunakan Teknologi Biopori
Sebagai bentuk solidaritas, acara ini juga diisi dengan kegiatan merangkai bunga yang melambangkan dukungan terhadap perjuangan perempuan melawan ketidakadilan.
Melalui program aROSE, FK USK berharap mahasiswa kedokteran dan masyarakat dapat bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman.
"Kami percaya setiap perempuan berhak atas suaranya. Saat suara itu didengar, langkah menuju perubahan nyata dapat tercipta," tutup Alisha.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Usk.ac.id