Pandangan Dosen FIB Undip soal Magang Nasional: Bukan Sekadar Sertifikat melainkan Bekal Karier yang Nyata!
INDOZONE.ID - Dunia kerja zaman sekarang emang lagi kompetitif banget, apalagi buat para pejuang lulusan baru alias fresh graduate.
Rasanya gelar sarjana saja nggak cukup kalau tidak dibarengi sama pengalaman konkret di lapangan.
Itulah kenapa program magang skala nasional kayak Magang Hub Kemenaker ini jadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa.
Menanggapi fenomena ini, Bapak Heriyanto, S.Sos., M.IM., Ph.D., yang merupakan Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, membagikan pandangan super insightfull soal gimana seharusnya kita memandang program magang.
Menurut beliau, magang bukan cuma soal dapet selembar kertas buat syarat lulus, melainkan jauh lebih dalam dari itu.
Ini adalah momen emas buat kita ngebentuk mentalitas dan skill yang beneran dicari sama industri saat ini.
Yuk, kita bedah bareng-bareng poin penting dari hasil obrolan seru Tim Indozone bareng beliau biar kamu makin siap tempur di dunia kerja!
Baca juga: Sejarah Baru FIB Undip! Arts & Humanities Resmi Masuk Radar Dunia di QS WUR by Subject 2026
Nilai Tambah Program yang Terstandardisasi secara Nasional
Salah satu alasan kenapa kamu harus melirik program magang nasional adalah soal kualitas dan standarnya.
Heri menyebutkan program kayak gini punya nilai plus karena proses pembelajarannya sudah terstruktur dan ada evaluasi yang jelas.
Program yang terstandardisasi ini memastikan kamu nggak cuma dilepas begitu saja di kantor, tapi ada kurikulum terselubung yang bikin kamu beneran belajar.
Hal ini jadi jaminan kalau waktu yang kamu habisin buat magang nggak sia-sia. Itu bahkan beneran diakui kualitasnya oleh berbagai pihak di seluruh Indonesia.
Lebih Menarik Pengalaman Konkret daripada Sekadar Sertifikat
Meskipun sertifikat itu penting buat mempercantik CV, Heri menekankan satu hal yang sering dilupakan mahasiswa, yaitu isi dari pengalaman itu sendiri.
Sertifikat cuma pintu masuk, tapi yang bikin kamu "stay" dan dilirik perusahaan adalah apa yang kamu pelajari selama di sana.
HRD bakal jauh lebih tertarik dengar cerita kamu tentang proyek nyata yang pernah kamu eksekusi, gimana cara kamu handle konflik di dalam tim kerja, atau kemampuan problem solving pas ada masalah mendadak di kantor.
Pengalaman konkret kayak gini nggak bisa bohong. Jadi, pas magang nanti, fokuslah buat cari tantangan baru, bukan cuma fokus ngejar tanda tangan buat sertifikat di akhir periode. Ilmu yang nempel di kepala dan tangan kamu, jauh lebih mahal harganya.
Tantangan Pemerataan Akses Magang di Luar Kota Besar
Sebagai pengelola program studi, Heri juga menyoroti soal tantangan besar dalam sistem magang nasional, yaitu soal pemerataan.
Beliau berharap platform magang nasional ke depannya bisa benar-benar membuka akses yang luas bagi mahasiswa dari mana pun, tanpa terkecuali.
Tantangannya adalah gimana caranya biar peluang magang yang oke, nggak cuma numpuk di kota-kota besar saja.
Mahasiswa di daerah juga berhak dapet kesempatan yang sama buat belajar di perusahaan keren.
Ini penting banget biar kualitas lulusan perguruan tinggi di Indonesia makin merata, mulai dari Sabang sampai Merauke.
Akses merata bakal ngebantu setiap mahasiswa buat punya start sama pas mau mulai karier profesional.
Kualitas Pengalaman Belajar di Atas Jumlah Peserta
Kadang kita sering terjebak sama angka, seperti "wah pesertanya ribuan!". Heri mengingatkan, bahwa hal paling krusial adalah kualitas magangnya, bukan cuma seberapa banyak mahasiswa yang ikut.
Program magang yang bagus harus beneran kasih pembelajaran, tidak cuma menjadikan mahasiswa sebagai tenaga kerja gratis buat ngerjain tugas-tugas rutin.
Oleh karena itu, evaluasi yang melibatkan mahasiswa, kampus, dan perusahaan wajib hukumnya. Harapannya, program magang jadi bagian integral dari sistem pendidikan berkualitas di Indonesia.
Sinergi antara Mahasiswa Perguruan Tinggi dan Perusahaan
Biar program magang ini sukses total, perlu ada kerja sama yang solid antara tiga pihak utama. Perusahaan berpikir mereka sedang berinvestasi buat talenta masa depan, kampus memonitor perkembangan mahasiswanya, dan mahasiswa bisa adaptasi dengan cepat.
Evaluasi yang jujur dari mahasiswa soal tempat magangnya, juga penting banget biar kualitas terus kejaga.
Kalau komunikasi lancar, mahasiswa dapat ilmu, perusahaan dapat bantuan ide segar, dan kampus bangga karena lulusannya makin kompeten.
Hubungan simbiosis mutualisme ini bakal bikin ekosistem kerja di Indonesia makin maju dan profesional ke depannya.
Magang sebagai Kesempatan Belajar bukan Sekadar Kewajiban
Khusus buat mahasiswa FIB Undip, terutama di Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Pak Heri punya pesan khusus.
Jangan pernah liat magang cuma sebagai beban akademik atau penggugur kewajiban buat dapet SKS. Ubah mindset kamu jadi "ini adalah kesempatan belajar yang nggak bakal dapet di kelas".
Kalau kamu cuma dateng, duduk, terus pulang, kamu rugi besar. Anggap tempat magang itu laboratorium raksasa tempat kamu bisa eksplorasi banyak hal.
Dengan mindset yang bener, kamu bakal lebih semangat tiap pagi berangkat magang karena tahu ada ilmu baru yang nunggu buat dipelajari.
Aktif Bertanya dan Memahami Alur Organisasi secara Makro
Tips dari Heri biar magang kamu makin berbobot adalah jangan jadi mahasiswa yang pasif!
Kamu harus rajin bertanya sama mentor atau atasan kamu di kantor. Tanya soal kenapa proses kerjanya begini, gimana cara ngatasin masalah itu, dan sebagainya.
Selain itu, coba buat ngerti alur organisasi secara lebih luas atau makro. Jangan cuma fokus sama meja kerja kamu saja, tapi perhatiin gimana divisi satu sama lain saling nyambung.
Pemahaman soal gimana sebuah organisasi atau perusahaan berjalan secara keseluruhan, bakal jadi bekal berharga pas terjung ke dunia profesional.
Pentingnya Dokumentasi Pekerjaan sebagai Portofolio Profesional
Salah satu kebiasaan yang sering disepelekan mahasiswa pas magang, adalah nggak nyatet pekerjaan sendiri.
Heri menyarankan banget buat mendokumentasikan setiap pengalaman atau proyek yang kamu tanganin selama magang.
Kenapa? Sebab, ini bakal jadi portofolio profesional kamu. Pas interview kerja nanti, kamu bisa tunjukkin bukti nyata, misalnya "ini proyek yang saya handle saat magang" atau "ini hasil riset yang saya kerjain".
Dokumentasi rapi menunjukkan kamu adalah orang yang terorganisir dan serius sama kariermu.
Portofolio ini jauh lebih sakti daripada sekadar ngomong "saya bisa ini" tanpa ada bukti konkret.
Menjadi Proaktif sebagai Modal Kuat Memasuki Dunia Kerja
Inti dari semua saran Heri adalah satu kata, yaitu proaktif. Mahasiswa harus jemput bola selama masa magang.
Jangan nunggu dikasih tugas, tapi tawarkan bantuan kalau ada yang bisa dikerjain. Keaktifan kamu selama magang bakal ngebentuk rasa percaya diri.
Pengalaman proaktif ini bakal jadi modal pas nyemplung ke dunia kerja yang sesungguhnya. Kamu nggak bakal kaget lagi sama tekanan kerja karena mentalnya sudah kebentuk pas magang.
Ingat, masa magang itu cuma sebentar, jadi manfaatin setiap detiknya buat nyerap ilmu sebanyak-banyaknya.
Baca juga: Keren! FIB Undip Juara 1 Realisasi RGA per Dosen di Anugerah Capaian Kinerja Undip 2025
Program magang nasional, seperti Magang Hub Kemenaker, memang didesain buat bantu lulusan baru makin siap menghadapi tantangan industri.
Buat kamu mahasiswa FIB Undip atau mahasiswa mana pun, yuk mulai serius ngerencanain magang kamu dari sekarang!
Ikuti saran Pak Heri buat terus proaktif, dokumentasikan semua hal seru yang kamu lalui, dan hal paling penting adalah jangan pernah berhenti buat penasaran.
Dunia kerja emang keras, tapi kalau kamu sudah punya bekal magang berkualitas, kamu pasti bisa menaklukkan tantangan apa pun di masa deoan. Semangat berjuang, pejuang karier muda!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung Dan Wawancara Langsung